Di sisi lain, data terbaru justru menunjukkan tren yang berbeda. Pantauan dari tabel harga Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional BI per Selasa (17/2/2026) mencatat kenaikan. Harga minyak goreng curah naik Rp500 menjadi Rp19.450 per liter. Untuk kemasan bermerek, kenaikan juga terjadi: kemasan 1 liter dijual Rp22.850 dan kemasan 2 liter di angka Rp21.900.
Namun begitu, pemerintah tampaknya tak tinggal diam. Ke depan, Budi menyebut pihaknya akan terus berkoordinasi dengan para pemasok Minyakita. Tujuannya jelas: memantau distribusi hingga ke tingkat pedagang, sebelum akhirnya sampai ke konsumen.
"Harapannya selama Ramadan ini harga terkendali, pasokan cukup," kata Budi. Ia menambahkan, monitoring akan dilakukan secara fisik dan melalui sistem. "Kemarin kami juga sudah kumpulkan para pemasok, kami akan terus koordinasi sehingga kita semua dapat menikmati atau merayakan ramadhan ini dengan harga yang stabil."
Semoga saja langkah ini membuahkan hasil. Soalnya, kestabilan harga bahan pokok seperti minyak goreng memang berpengaruh besar pada suasana Ramadan nanti.
Artikel Terkait
Persija Siap Bertarung Habis-habisan Hadapi Bhayangkara yang On Fire
Bulog Salurkan 828.000 Ton Beras Program Sepanjang 2026 untuk Stabilisasi Harga
Long Weekend Paskah, 73 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor
Manchester City Hancurkan Liverpool 4-0, Haaland Cetak Hattrick ke Semifinal Piala FA