Dari markasnya di Cimahi, Jawa Barat, rasa duka yang mendalam dirasakan oleh seluruh jajaran Komando Pasukan Khusus. Mereka kehilangan salah satu perwiranya, Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, yang gugur dalam tugas. Kopassus pun menyampaikan penghormatan terakhir untuk sosok yang dikenal luas sebagai seorang teladan di satuan elit itu.
Letkol Infanteri Heri Ismoyo, Komandan Batalyon 22 Grup 2 Kopassus, tak bisa menyembunyikan kebanggaan sekaligus kesedihannya. Di hari Sabtu itu, ia bercerita tentang pengalamannya bertugas bersama almarhum.
“Saya sangat bangga pernah bertugas bersama beliau,” ujar Heri.
“Walaupun beliau junior saya, tetapi saya sangat hormat karena beliau menunjukkan sosok seorang perwira sesungguhnya.”
Bagi Heri, Zulmi bukan sekadar rekan. Ia adalah pribadi yang memberi contoh nyata, sebuah teladan yang diakui baik oleh anak buahnya maupun sesama perwira. Keteladanannya itu terasa kuat, meninggalkan kesan yang dalam.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Pimpin Penugasan 768 Praja IPDN untuk Pemulihan Aceh Tamiang
DPR Desak Evaluasi Total Keselamatan Prajurit TNI Usai Ledakan di Lebanon Selatan
Studi Finlandia: Karpet Tanah Hutan di Pintu Bantu Perbaiki Kesehatan Pernapasan Bayi
Polisi Tangkap Tiga Pelaku Penyiaram Air Keras di Bekasi, Motifnya Dendam Pribadi