Obligasi dan Sukuk Rp5,77 Triliun Tercatat di BEI: Daftar & Analisis Terbaru 2025

- Sabtu, 15 November 2025 | 07:00 WIB
Obligasi dan Sukuk Rp5,77 Triliun Tercatat di BEI: Daftar & Analisis Terbaru 2025
Dua Obligasi dan Satu Sukuk Rp5,77 Triliun Tercatat di BEI - Analisis Lengkap

BEI Catat Tambahan Dua Obligasi dan Satu Sukuk Senilai Rp5,77 Triliun

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan tambahan tiga instrumen pendanaan dari pasar modal pada pekan 10-14 November 2025. Pencatatan terbaru ini meliputi dua produk obligasi korporasi dan satu sukuk korporasi yang secara kolektif menghimpun dana sebesar Rp5,77 triliun.

Rincian Pencatatan Instrumen Baru di BEI

Pencatatan pertama untuk pekan ini dilakukan pada hari Selasa, 11 November 2025. Instrumen yang dicatatkan adalah Obligasi Berkelanjutan V dari PT Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2025. Obligasi korporasi ini memiliki nilai nominal pokok sebesar Rp1 triliun.

Dari sisi kredit, obligasi ini memperoleh peringkat tertinggi AAA(IDN) atau Triple A dari PT Fitch Ratings Indonesia. Proses pencatatan ini difasilitasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak dalam kapasitas sebagai Wali Amanat.

Selanjutnya, pada sesi perdagangan Jumat, 14 November 2025, BEI mencatatkan dua instrumen sekaligus yang diterbitkan oleh PT Pegadaian (Persero). Produk pertama adalah Obligasi Berkelanjutan VI Pegadaian Tahap IV Tahun 2025. Obligasi ini dicatatkan dengan nilai nominal yang signifikan, yaitu mencapai Rp3,22 triliun.

Lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menganugerahi obligasi ini peringkat kredit idAAA, yang juga merupakan peringkat tertinggi atau Triple A.

Kehadiran Instrumen Syariah di Pasar Modal

Bersamaan dengan obligasi konvensional, PT Pegadaian juga menerbitkan instrumen syariah yang turut dicatatkan pada hari yang sama. Instrumen tersebut adalah Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Tahun 2025.

Sukuk korporasi ini berhasil dicatat dengan nilai nominal Rp1,53 triliun. Pefindo memberikan penilaian yang sangat baik untuk instrumen syariah ini, yaitu peringkat idAAA(sy) atau setara Triple A dalam skema syariah. PT Bank Mega Tbk ditunjuk untuk melaksanakan peran sebagai Wali Amanat bagi sukuk ini.

Gambaran Pasar Obligasi dan Sukuk di BEI Hingga 2025

Dengan adanya pencatatan ketiga instrumen terbaru ini, perkembangan pasar obligasi dan sukuk di BEI pada tahun 2025 semakin menunjukkan dinamika yang positif. Hingga pekan ini, total telah terkumpul 160 emisi yang berasal dari 75 emiten berbeda, dengan nilai kumulatif yang sangat besar, yaitu mencapai Rp187,10 triliun.

Secara keseluruhan, data yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa total emisi Obligasi dan Sukuk yang terdaftar telah mencapai 654 emisi. Nilai outstanding dari seluruh instrumen ini tercatat sebesar Rp534,00 triliun ditambah dengan USD139,34 juta, yang diterbitkan oleh 136 emiten.

Selain instrumen korporasi, BEI juga menjadi tempat pencatatan untuk instrumen pemerintah. Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI saat ini berjumlah 191 seri dengan nilai nominal mencapai Rp6.423,84 triliun dan USD352,10 juta. Di sisi lain, pasar Efek Beragun Aset (EBA) juga tercatat dengan tujuh emisi yang memiliki total nilai Rp2,13 triliun.

Kehadiran dua obligasi dan satu sukuk senilai Rp5,77 triliun ini semakin memperkuat peran Bursa Efek Indonesia sebagai pusat pendanaan alternatif bagi perusahaan dan kontributor bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar