Islah Bahrawi, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), tak main-main dengan kritiknya. Lewat akun X-nya, @Islah_bahrawi, Jumat lalu, ia melontarkan kecaman pedas terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Intinya, menurut Islah, pemerintahan saat ini justru menggerus amanat reformasi dan demokrasi yang sudah susah payah dibangun.
Ia melihat ada pola yang mengkhawatirkan. Supremasi sipil, katanya, sedang "dibuntungi" perlahan-lahan. Islah menyebut sederet contoh: aktivis yang mendekam di penjara, konten kreator kritis yang diintimidasi sampai ke rumah, hingga rencana penambahan 140 batalyon tentara. "Militerisasi akan ada di mana-mana," tulisnya. Ia juga menyindir polisi yang dianggapnya cuma jadi "pramuka", sementara kebijakan politik dan ekonomi berjalan tanpa arah yang jelas.
Namun begitu, yang paling menyita perhatian adalah sindirannya yang blak-blakan kepada para pendukung pemerintah.
Pernyataan itu jelas merujuk pada Pilpres 2024 lalu, di mana Islah diketahui mendukung pasangan Ganjar-Mahfud yang akhirnya hanya meraih sekitar 16 persen suara. Kritiknya ini sepertinya tak lepas dari wacana yang sedang hangat.
Artikel Terkait
Ledakan Malam Tahun Baru di Crans-Montana Tewaskan Puluhan
NgopiPagi: Menyulut Api Semangat di Tengah Lika-Liku Perjalanan Hidup
Koalisi Sipil Serukan Darurat Hukum di Hari Pertama 2026
Tahun Baru 2026: Dentuman Ganti Sorak, Tudingan Serang-Menyerang Rusia-Ukraina