Jakarta. Laga klasik kembali memanas. Dua raksasa era Perserikatan, PSM Makassar dan Persija Jakarta, bakal bentrok. Ini bukan cuma soal tiga poin di papan klasemen, tapi lebih dari itu: gengsi dan klaim siapa yang lebih berkuasa.
Kalau lihat catatan pertemuan terakhir, PSM punya modal psikologis yang cukup kuat. Juku Eja unggul.
Rekor Head-to-Head: Keunggulan untuk Makassar
Sejak 2023, dalam lima pertemuan, PSM menang dua kali. Itu terjadi di musim 2025, dengan skor 2-0 dan 1-0. Satu laga lagi seri 1-1. Sementara itu, Persija cuma sekali menang, itupun dengan skor tipis 3-2 di tahun 2023. Di kandang sendiri, PSM biasanya lebih garang dan terorganisir. Tekanan suporter mereka memang bisa jadi faktor penentu.
Namun begitu, statistik head-to-head bukan segalanya. Grafik performa terkini justru menunjukkan cerita yang berbeda sama sekali.
Kondisi Terkini: Dua Wajah yang Berseberangan
PSM lagi naik turun, khususnya saat main di kandang lawan. Mereka bisa menang dramatis 4-3 atas Persis Solo, tapi juga tumbang dari tim-tim seperti Persijap Jepara dan Persib Bandung. Konsistensi jadi masalah.
Di sisi lain, Persija sedang on fire. Performa kandang mereka solid banget. Dari lima laga terakhir di markas, empat di antaranya berbuah kemenangan. Cuma Arema FC yang berhasil menaklukkan mereka. Yang lebih mengesankan, tiga laga terakhir berakhir dengan clean sheet. Pertahanan mereka kokoh, seolah sulit ditembus.
Momentum Lawan Tradisi
Jadi, duel nanti ini intinya adalah tabrakan antara tradisi dan momentum. PSM punya sejarah pertemuan yang lebih mentereng, tapi Persija punya kepercayaan diri dan stabilitas permainan yang lagi mentok-mentoknya bagus.
Kunci pertandingannya kemungkinan besar ada di lini tengah dan seberapa tajam finishing kedua tim. Kalau Persija bisa memaksakan ritme permainan agresif mereka sejak menit awal, peluang bawa pulang poin dari Makassar terbuka lebar. Tapi jangan salah, PSM tetaplah tim yang berbahaya. Serangan balik cepat dan tekanan tinggi mereka bisa meledak kapan saja.
Satu yang pasti, duel seperti ini selalu punya cerita sendiri. Tensi tinggi dan drama sampai peluit akhir pasti akan menghiasi lapangan. Siapa yang akhirnya tersenyum? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian Internasional di Gaza
Nottingham Forest Hajar Fenerbahce 3-0 di Playoff Liga Europa
UEFA Investigasi Dugaan Penghinaan Prestianni terhadap Vinicius, Ancaman Skorsing Mengintai
Persija Jakarta Hadapi PSM Makassar dalam Duel Klasik di JIS