Iran Tutup Akses Selat Hormuz Sementara, Picu Kekhawatiran Pasar Energi Global

- Jumat, 20 Februari 2026 | 06:15 WIB
Iran Tutup Akses Selat Hormuz Sementara, Picu Kekhawatiran Pasar Energi Global

MURIANETWORK.COM - Iran menutup akses navigasi di Selat Hormuz untuk sementara waktu, menyusul eskalasi ketegangan dengan Amerika Serikat. Penutupan yang diklaim sebagai bagian dari latihan militer dengan amunisi nyata oleh Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) ini langsung memicu kecemasan global. Pasalnya, selat sempit ini merupakan jalur vital bagi pengiriman sekitar 20% pasokan minyak dunia dan sebagian besar gas alam cair (LNG) setiap harinya.

Dampak Global dari Titik Tersumbat Energi

Letak Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dengan perairan internasional menjadikannya arteri utama sistem energi global. Analis energi kerap menyebutnya sebagai "titik tersumbat" strategis. Gangguan di sana, apalagi penutupan berkepanjangan, tidak hanya akan memicu gejolak harga komoditas energi, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi banyak negara, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dan gas yang signifikan dapat menjadi tekanan berat bagi perekonomian dalam negeri.

Kilas Balik Ancaman dan Momentum Kesiapan

Ancaman untuk menutup selat ini sebenarnya bukan hal baru. Parlemen Iran pernah menyetujui langkah serupa pada Juni 2025 lalu, sebagai respons atas serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran di tengah perang dengan Israel. Meski perang saat itu hanya berlangsung singkat dan penutupan tidak sepenuhnya terjadi, dunia sempat diingatkan betapa rapuhnya rantai pasokan energi global.

Melihat pola ini, penutupan sementara kali ini seharusnya menjadi pengingat dan momentum bagi Indonesia untuk mempercepat langkah-langkah strategis. Transisi energi dan diversifikasi sumber menjadi lebih mendesak dari sebelumnya.

Membangun Kedaulatan Energi di Tengah Gejolak

Dalam situasi geopolitik yang fluktuatif, ketergantungan pada jalur dan pasar tunggal merupakan kerentanan. Oleh karena itu, langkah antisipasi seperti penguatan cadangan energi strategis, diversifikasi sumber impor, dan percepatan pengembangan energi terbarukan domestik bukan lagi sekadar opsi, melainkan keharusan. Kedaulatan energi dibangun dari keputusan strategis yang diambil jauh sebelum krisis benar-benar meledak.

Energi adalah penopang peradaban modern; ia menggerakkan industri, menerangi rumah, dan menunjang aktivitas sehari-hari. Kemampuan suatu bangsa untuk menjamin ketersediaannya secara mandiri merupakan pondasi ketahanan nasional yang hakiki.

Peran Diplomasi dalam Meredakan Ketegangan

Di panggung internasional, upaya diplomasi tetap menjadi harapan untuk meredakan ketegangan. Masyarakat internasional berharap agar dialog antara pihak-pihak yang bertikai dapat diutamakan. Setiap pertemuan tingkat tinggi, termasuk yang melibatkan para pemimpin dunia, diharapkan dapat membawa pesan perdamaian dan mencegah sikap saling mengungguli yang justru memicu konflik terbuka.

Kewaspadaan dan persiapan adalah investasi berharga bagi ketenangan di masa depan. Dalam ketidakpastian global, bangsa yang selamat seringkali bukan yang paling kuat, melainkan yang paling siap dan luwes dalam menghadapi perubahan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar