Wall Street kembali menunjukkan taringnya di awal pekan ini. Indeks utama bursa saham Amerika Serikat dibuka lebih tinggi pada Senin (5/1/2026), didorong oleh dua sektor yang cukup mencolok: teknologi dan energi. Pemulihan saham-saham tech, ditambah dengan lonjakan tajam di sektor energi, menjadi penyulut utama optimisme pasar. Pemicunya? Tak lain adalah operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Menurut data yang beredar, Dow Jones Industrial Average bertambah 93,4 poin, atau sekitar 0,19 persen, hingga berada di posisi 48.475,81. Sementara itu, S&P 500 melesat lebih agresif dengan kenaikan 33,7 poin (0,49 persen) ke level 6.892,19. Nasdaq Composite, yang diisi banyak perusahaan teknologi, justru paling bersinar dengan kenaikan 214 poin atau 0,92 persen, menempatkannya di 23.449,669.
Di sisi lain, gejolak politik di Venezuela langsung mendapat respons dari Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump mendesak penjabat sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, untuk membuka akses seluas-luasnya bagi AS terhadap sumber daya alam negara tersebut.
"Kita membutuhkan akses penuh. Kita membutuhkan akses ke minyak dan hal-hal lain di negara mereka yang memungkinkan kita untuk membangun kembali negara mereka,"
Artikel Terkait
Prabowo: Saya Jadi Jenderal karena Para Petani Indonesia
Lionel Chng Resmi Gantikan Derrick Heng sebagai Direktur Marketing Telkomsel
Di Balik Panen Raya, Mentan Bongkar Pembersihan 192 Pejabat dan Ribuan Izin Pupuk
Prabowo Sematkan Bintang Jasa Utama untuk Amran di Tengah Pesta Swasembada