MURIANETWORK.COM - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho memimpin peninjauan langsung kesiapan ruas Tol Trans Sumatera dari Jambi menuju Palembang, Senin (23/2/2026). Pengecekan lapangan ini dilakukan bersama sejumlah stakeholder guna mengantisipasi dan memastikan kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini, di tengah catatan masih adanya kendaraan berlebih dimensi yang beroperasi.
Larangan Operasional untuk Kendaraan Over Dimensi
Dalam inspeksinya, Irjen Agus mengakui masih menemukan kendaraan over dimensi melintas di jalur tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa selama puncak arus mudik nanti, kendaraan dengan kondisi serupa akan dilarang beroperasi. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya prioritas keselamatan para pemudik.
"Moga-moga pada saat Operasi Ketupat untuk kendaraan yang over dimensi tidak melakukan operasional. Karena kita harus mengedepankan rekan-rekan dan saudara kita yang mudik dan balik," tegas Irjen Agus di hadapan awak media.
Progres Pembangunan dan Konektivitas Tol
Peninjauan ini dilakukan usai Irjen Agus menghadiri peresmian kantor Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Jambi. Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi kepolisian setempat dan perwakilan dari Hutama Karya.
Menguraikan progres infrastruktur, Irjen Agus menyebutkan bahwa ruas tol yang sudah beroperasi penuh dari Jambi ke Palembang saat ini mencapai 34 kilometer. Sedangkan sisa sepanjang 74 kilometer lainnya ditargetkan segera difungsionalkan menyambut gelombang mudik.
"Jadi tol yang operasional nanti disambung tol yang fungsional. Termasuk yang menuju ke Sumatera Barat, Riau, ini belum terkoneksi tapi sepanjang 19 Km sudah bisa kita lintasi, ini masih dalam pembangunan," jelasnya lebih lanjut.
Dampak Strategis bagi Pemecahan Arus Kendaraan
Keberadaan Tol Trans Sumatera dinilai memiliki peran yang sangat signifikan. Berdasarkan penghitungan sementara, tol ini telah dilintasi sekitar 5.000 kendaraan per hari. Kehadirannya diharapkan dapat efektif memecah kepadatan lalu lintas di jalan arteri.
Untuk itu, kepolisian tidak hanya menyiapkan pengaturan lalu lintas di dalam tol, tetapi juga mengoptimalkan operasi di jalur arteri pendukung. Sinergi ini diharapkan menciptakan kelancaran perjalanan bagi seluruh pemudik yang melintasi wilayah tersebut.
"Ketika tadi kendaraan beroperasi di Trans Sumatera atau arteri sekarang bisa dipecah dengan adanya tol ini sehingga kapasitas volume kendaraan antara arteri dan tol ini tentunya akan memperlancar pemudik nanti yang menuju Palembang, Riau termasuk ke Sumatera Barat. Jadi ini sangat strategis," pungkas Irjen Agus menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Satgas Jateng Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional Jelang Idul Fitri
Analis: Kebijakan AS dan Ambisi Israel Perbesar Potensi Konflik Langsung dengan Iran
Tukang Ojek Dilaporkan ke Polisi Usai Kecelakaan Fatal di Jalan Rusak Pandeglang
Piche Kota Bantah Tuduhan Pemerkosaan, Siap Ikuti Proses Hukum