Pemerintah Indonesia resmi menutup keran impor daging babi dari Spanyol. Langkah tegas ini diambil oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyusul kabar buruk dari organisasi kesehatan hewan dunia, WOAH. Ternyata, wabah African Swine Fever (ASF) kembali muncul di Spanyol, tepatnya di Provinsi Barcelona.
Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (6/1/2026), Deputi Bidang Karantina Hewan, Sriyanto, menjelaskan dasar kebijakan ini. Ia merujuk pada laporan resmi WOAH dengan kode Event ID 7065.
"Berdasarkan informasi itu, kami sudah menginstruksikan semua unit teknis dan petugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan," ujar Sriyanto.
Menurutnya, pengetatan dilakukan terhadap semua lalu lintas daging babi dan produk turunannya yang berasal dari Spanyol.
Yang mengkhawatirkan, ini adalah kemunculan kembali penyakit yang sebenarnya sudah dinyatakan bebas sejak 1994. Statusnya kini adalah wabah berlangsung atau "on-going outbreak". Untuk mencegah virus mematikan itu menyebar ke dalam negeri, Barantin pun mengambil sikap keras.
"Daging babi dari Spanyol sama sekali tidak boleh masuk ke wilayah Indonesia," tegas Sriyanto. Ia menambahkan, kebijakan ini akan berlaku sampai situasi di Spanyol benar-benar dinyatakan pulih oleh WOAH.
Lalu, bagaimana jika ada yang mencoba memasukkan barang terlarang itu? Sriyanto menyebut konsekuensinya jelas: barang akan ditolak atau dimusnahkan di tempat oleh petugas karantina.
Artikel Terkait
Kemacetan dan Infrastruktur yang Tersendat Ancam Pesona Bali di Mata Wisatawan
Benteng Pendem Ambarawa: Kisah yang Kini Bisa Disambung Kembali
Setelah 29 Tahun, Kisah Cinta Ridwan Kamil dan Atalia Berakhir di Pengadilan Agama
Sekutu Trump Ancam Bunuh Khamenei di Tengah Gelombang Demo Iran