Sabtu lalu (4/4/2026), suasana di kawasan Puncak, Bogor, benar-benar tak karuan. Bayangkan saja, hampir 40 ribu kendaraan memadati jalan-jalan menuju daerah wisata itu hanya dalam satu hari. Pemicunya jelas: libur panjang yang menyambung dari Jumat Agung hingga Paskah. Long weekend seperti ini selalu jadi magnet bagi warga Jabodetabek yang ingin menghindari panasnya kota.
Menurut data yang dirilis polisi, angka pastinya cukup mencengangkan. Dari arah Jakarta menuju Puncak, tercatat 37.224 kendaraan roda empat. Sementara itu, arus sebaliknya dari Puncak ke Jakarta sedikit lebih rendah, yakni 35.987 kendaraan.
Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif Widhi Ananto, membeberkan datanya.
"Totalnya, kendaraan yang melintas lewat gerbang Tol Ciawi mencapai 73.211 unit. Itu khusus untuk roda empat," jelas Afif saat dikonfirmasi.
Kalau dibandingin dengan hari biasa, peningkatannya drastis banget. Afif bilang, angka Sabtu itu melonjak 40.811 kendaraan dari arus normal yang cuma sekitar 32.400 kendaraan. Bahkan dibanding hari Jumat sebelumnya, masih terjadi kenaikan signifikan.
"Ada peningkatan sekitar 5.523 kendaraan atau 18,13 persen untuk arus dari Puncak turun ke Jakarta," ujarnya.
Nah, untuk mengatasi kemacetan yang sudah bisa ditebak ini, polisi pun tak tinggal diam. Sebanyak 74 personel dikerahkan dan disebar di sepanjang jalur Puncak. Mereka juga menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas.
Di Simpang Gadog, sistem ganjil-genap diberlakukan dari pagi buta pukul 06.00 sampai 09.00 WIB. Lalu ada pengalihan arus di Pakis Hill mulai pukul 07.30 WIB saat sistem satu arah (one way) diterapkan untuk kendaraan yang naik ke Puncak.
Pengalihan serupa juga dilakukan di Extrachange KM. 45. Yang menarik, sistem one way sendiri dijalankan dalam dua fase. Fase pertama untuk arus menuju Puncak berlangsung dari pukul 08.10 hingga 11.30 WIB. Setelah itu, berganti untuk arus turun ke Jakarta dari pukul 11.30 sampai 18.25 WIB.
Dengan segala upaya itu, bagaimana kondisi riil di lapangan?
"Secara umum, arus dari Jakarta ke arah Puncak itu ramai lancar," tutur Afif.
Ramai lancar. Istilah yang sudah sangat akrab di telinga kita setiap kali liburan panjang tiba. Sepertinya, ritual tahunan menyerbu Puncak ini masih akan terus berlanjut.
(Febrina Ratna Iskana)
Artikel Terkait
Mitra Statistik BPS 2026 Wajib Unggah Pakta Integritas, Gaji Diperkirakan Rp3–5 Juta per Bulan
Sapi Kurban Lepas dan Mengamuk di Minimarket Bogor, Kerugian Capai Rp3 Juta
Honda Resmi Luncurkan Mobil Listrik Super-One di Jepang, Punya Mode Boost Bertenaga 93 dk
Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Serahkan Sapi Kurban ‘Si Loreng’ dan ‘Wirabumi’ ke Masjid Istiqlal