Warta Ekonomi, Jakarta – Platform X milik Elon Musk lagi-lagi berbenah. Kali ini, mereka sedang menyiapkan tameng baru untuk menghadapi gelombang penipuan kripto yang kian merajalela. Modusnya? Kebanyakan lewat akun-akun yang sudah diretas.
Rencananya, X akan otomatis mengunci akun yang untuk pertama kalinya menyebut-nyebut soal cryptocurrency. Begitu dikunci, si pemilik akun harus melewati proses verifikasi tambahan dulu sebelum bisa kembali memposting.
Hal ini diungkapkan oleh Nikita Bier, Head Product X.
Memang, langkah auto-lock ini diharapkan bisa memotong penipuan dari akarnya. Akun hasil bobol hacker jadi tak berguna untuk menyebarkan scam.
Di sisi lain, X juga tak cuma mengandalkan fitur baru ini. Mereka terus memperketat keamanan dengan pembersihan bot rutin, membatasi akses API, dan mendeteksi perilaku mencurigakan.
Lalu, bagaimana sih biasanya penipuan ini berjalan? Ceritanya klasik. Semua berawal dari email phishing yang menipu korban hingga menyerahkan kredensial login. Begitu berhasil masuk, pelaku langsung menguasai akun dan mulai mempromosikan token gadungan atau proyek kripto palsu.
Artikel Terkait
Charles Honoris Desak Penutupan Permanen SPPG Pemicu Keracunan MBG di Jakarta
Aksi Solidaritas Palestina dan Doa untuk TNI Gugur Warnai CFD Bundaran HI
Gubernur Khofifah: Talenta Prestasi Murid Jatim Kunci Cetak Generasi Emas
Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman Usai Tolak Permintaan Miras di Purwakarta