11 Pelajar Jakarta Wakili Indonesia Tampilkan Tari Saman di Festival Tari Internasional Busan 2026

- Selasa, 26 Mei 2026 | 19:45 WIB
11 Pelajar Jakarta Wakili Indonesia Tampilkan Tari Saman di Festival Tari Internasional Busan 2026

Sebelas pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK asal DKI Jakarta bersiap membawa semangat budaya Indonesia ke panggung internasional. Mereka akan mewakili Indonesia menampilkan Tari Saman dalam ajang The 22nd Busan International Dance Festival (BIDF) 2026 yang berlangsung pada 3 hingga 10 Juni di Busan, Korea Selatan.

Keikutsertaan para pelajar ini menjadi kebanggaan tersendiri. Selama hampir dua tahun terakhir, mereka aktif belajar dan berlatih Tari Saman melalui program Saman School Community by DSI yang dibina Duta Saman Institute di Tamini Square, Jakarta.

“Ini salah satu cita-cita saya untuk membawa mereka tampil di luar negeri,” kata Ketua Umum Duta Saman Institute, Aminnulah Adnan, di sela-sela persiapan keberangkatan tim menuju Korea Selatan, Selasa, 26 Mei 2026.

Aminnulah menjelaskan bahwa perjalanan ini dimulai sejak Oktober 2024 saat mereka mengikuti program GSMS Tari Saman yang difasilitasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Dari sana, para siswa mulai mendalami Tari Saman dan mendapat pembinaan langsung dari Duta Saman Institute. Meski program tersebut telah selesai, semangat mereka untuk terus belajar dan menjaga budaya tidak ikut berhenti. Di tengah kesibukan sekolah dan aktivitas remaja sehari-hari, mereka tetap rutin menjalani latihan setiap pekan.

Ketekunan dan kekompakan itu akhirnya membawa mereka tampil di berbagai kegiatan tingkat nasional hingga dipercaya tampil dalam salah satu festival tari internasional terbesar di Asia. Menurut Aminnulah, pembinaan Tari Saman di kalangan pelajar bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari upaya regenerasi pelestari budaya Indonesia.

“Mereka akan menjadi agent of Saman dalam pelestarian dan pemajuan Saman di sekolah-sekolah DKI Jakarta,” jelasnya.

Sebelas pelajar yang tergabung dalam delegasi berasal dari berbagai sekolah di DKI Jakarta. Mereka adalah Wahyu Akbar Saputra (SMAN 108 Jakarta), Aaron Abhivandya (SMPN 13 Jakarta), Gadi Zacky Oktandio (SMKN 74 Jakarta), Ayers Athallah Ahmad (SMPN 98 Jakarta), Geovino Azriel Zulkarnain (SMKN 29 Jakarta), Muhammad Haikal Ramadhan (SMPN 142 Jakarta), M. Amir Zaman Mustari (SMPN 134 Jakarta), Reyhan Rangga Pratama (SMAN 57 Jakarta), Muhammad Al Habsyi Fajri Junior (SMA Cakra Buana), Azka Yusuf Arifin (SMPN 182 Jakarta), serta Dzakhwan Dzakiir Hidayat (SMPN 182 Jakarta).

Dalam proses persiapan, tim juga didampingi dua pelatih asal Gayo Lues yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Darunnajah Jakarta. Kehadiran mereka dinilai penting untuk menjaga autentisitas gerak, ritme, dan nilai budaya Tari Saman yang akan ditampilkan di panggung internasional. Penampilan delegasi Indonesia di BIDF 2026 berada di bawah binaan Duta Saman Institute bersama Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA), yang menerima undangan langsung dari panitia festival di Busan.

Delegasi ini juga melibatkan Fikar W. Eda serta Zulhasfan Nasution sebagai bagian dari misi budaya Aceh dan Indonesia di Korea Selatan. Keberangkatan tim mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Forbes Anggota DPR RI/DPD RI asal Aceh, Indonesian & Korean Culture Study (IKCS), Tamini Square, hingga masyarakat yang terus mendukung pelestarian budaya Indonesia.

Dalam salah satu pesan yang disampaikan kepada delegasi, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meminta para pelajar menjaga marwah Aceh dan Indonesia di forum internasional. Partisipasi para pelajar ini menjadi gambaran bahwa generasi muda Indonesia masih memiliki semangat besar untuk menjaga budaya bangsa dan memperkenalkannya kepada dunia.

Dari Jakarta menuju Busan, mereka tidak hanya membawa tarian, tetapi juga semangat persaudaraan, identitas budaya, dan harapan Indonesia di panggung internasional.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar