Tokoh ulama itu pun berharap masyarakat dapat membiasakan diri menyikapi perbedaan dengan bijak. Selama tidak menyentuh pokok-pokok keimanan, perbedaan justru dapat dipandang sebagai kekayaan khazanah keislaman. Fokus utama, menurut Anwar, seharusnya dialihkan pada upaya meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci.
"Mari kita berusaha sekuat tenaga menyempurnakan ibadah selama bulan Ramadan ini agar kualitas iman dan takwa kita semakin meningkat," ajaknya.
Imbauan untuk Semua Pihak
Tak hanya kepada sesama muslim, Anwar juga menyampaikan pesan kepada masyarakat non-muslim untuk turut menciptakan atmosfer saling menghormati. Suasana yang kondusif, kata dia, akan membantu umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk dan penuh kedamaian.
Ia mengingatkan bahwa puasa memiliki dimensi lahir dan batin yang tidak terpisahkan. Menahan lapar dan dahaga harus berjalan beriringan dengan pengendalian diri dari segala perbuatan yang dapat merusak nilai ibadah dan persaudaraan.
"Secara syariat, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang tidak dibenarkan agama. Jangan sampai secara lahir puasa, tetapi secara hakikat ternodai oleh sikap yang merusak persaudaraan," pungkas Anwar.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Lahan Strategis untuk Perumahan Rakyat
Wali Kota Bima Turun Tangan Mediasi Polemik Dapodik Siswa Kelas VI
Ramalan Keuangan Aries 7 April 2026: Pemasukan Stabil, Waspada Pengeluaran Impulsif
Kejagung Periksa Empat Jaksa Terkait Kasus Mark-Up Videografer Amsal Sitepu