Pandangan dan Tuntutan Iran
Di sisi lain, Iran memasuki perundingan dengan agenda dan batasan yang jelas. Para pejabat Tehran secara konsisten menegaskan bahwa fokus pembicaraan semata-mata pada isu nuklir, dengan menolak membahas program rudal balistik mereka yang kerap menjadi bahan perdebatan.
Inti tuntutan Iran adalah pengakuan atas haknya untuk melanjutkan program pengayaan uranium untuk keperluan sipil. Sikap ini dipegang teguh bahkan di tengah ancaman konflik. Menteri Luar Negeri Araghchi dengan tegas menyatakan bahwa Iran akan terus melanjutkan pengayaan uranium meski taruhannya adalah perang dengan AS, menunjukkan posisi yang sulit untuk ditawar.
Perundingan di Jenewa ini merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama yang digelar di Muscat, Oman, awal bulan ini. Keberadaan mediator Oman dinilai krusial untuk menjembatani celah kepercayaan yang dalam antara kedua negara yang sudah lama berseteru.
Artikel Terkait
Lebaran Betawi 2026 Tetap Digelar di Lapangan Banteng, Wadah Silaturahmi Pasca-Idulfitri
Banten Jemput Bola Terbitkan NIB Gratis untuk Stabilkan Harga Minyakita
Operasi Penyelamatan AS Gagal Temukan Pilot Pesawat yang Diklaim Ditembak Iran
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor