Rencana Kontingensi dengan Empat Pelabuhan
Selain mengatur arus kendaraan, strategi yang disiapkan juga melibatkan diversifikasi rute. Kemenhub bekerja sama dengan berbagai pihak menyiapkan lima jalur penyeberangan sebagai bagian dari rencana kontingensi. Pendekatan ini dirancang untuk memecah konsentrasi kendaraan dengan mengoptimalkan beberapa pelabuhan di wilayah Banten.
"Untuk Ciwandan Pelindo itu akan melayani kendaraan roda 2 dan angkutan kendaraan kecil truk. Kemudian juga KBS, Krakatau Bandar Samudera, itu sebagai salah satu alternatif untuk Pelabuhan Panjang. Merak itu hanya akan melayani kendaraan pribadi dan bus, kemudian Bojonegara akan melayani kendaraan truk ukuran besar. Itu adalah salah satu antisipasi kami yaitu memecah dengan mengoptimalisasi empat pelabuhan yang ada di wilayah Banten sini," tutur Dudy.
Antisipasi Titik Padat di Darat
Di luar persiapan transportasi laut, Menteri Dudy juga mengingatkan Pemerintah Provinsi Banten untuk mengantisipasi potensi kepadatan dari aktivitas lain. Ia menyebut perlunya kewaspadaan terhadap pasar tumpah yang ramai dilintasi pemudik, seperti Pasar Kranggot, Kalodran, dan Sentiong.
Tak ketinggalan, destinasi wisata andalan Banten juga diprediksi menjadi magnet yang memperlambat arus lalu lintas. Pantai Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung adalah beberapa lokasi yang perlu mendapat perhatian ekstra dalam pengaturan lalu lintas dan kesiapan logistik selama puncak arus mudik nanti.
Artikel Terkait
Lebaran Betawi 2026 Tetap Digelar di Lapangan Banteng, Wadah Silaturahmi Pasca-Idulfitri
Banten Jemput Bola Terbitkan NIB Gratis untuk Stabilkan Harga Minyakita
Operasi Penyelamatan AS Gagal Temukan Pilot Pesawat yang Diklaim Ditembak Iran
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor