Thailand bukanlah mitra biasa bagi Indonesia dalam ekosistem kreatif. Data perdagangan selama sebelas bulan pertama tahun 2025 menunjukkan nilai yang signifikan, mencapai USD 1,54 miliar dari sektor kuliner, penerbitan, kriya, dan fesyen. Angka ini mengukuhkan posisi Thailand sebagai salah satu tujuan utama ekspor produk kreatif Indonesia.
"Thailand merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam pengembangan ekonomi kreatif," tegas Agus Syarip. Ia menambahkan, besarnya potensi kerja sama ini menjadi landasan untuk membangun kemitraan yang lebih kokoh. "Kami melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperbarui dan mengalibrasi kembali kolaborasi agar tercipta kemitraan yang lebih kuat, sekaligus mempererat hubungan antarnegara dan masyarakat," lanjutnya.
Komitmen dari Pihak Thailand
Komitmen serupa juga disampaikan oleh perwakilan Thailand. Hathaichanok Frumau, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Kerajaan Thailand, menyoroti peran vital sektor kreatif sebagai penggerak ekonomi. "Ekonomi kreatif merupakan sektor penting bagi pertumbuhan ekonomi kami," ungkapnya.
Menurut Hathaichanok, pembaruan kerja sama adalah sebuah keharusan. "Untuk mencapai kemitraan strategis yang lebih kuat, kerja sama antara Thailand dan Indonesia perlu diperbarui dan diaktifkan kembali sesuai perkembangan industri saat ini," tuturnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa kolaborasi ini dibangun atas dasar kebutuhan bersama dan visi yang selaras untuk memajukan industri kreatif di kawasan.
Artikel Terkait
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura
PMI Manufaktur Indonesia Anjlok ke 50,1, Hampir Stagnan di Maret 2026
Harga Sembako Ramadan 2026 Turun Dibanding Tahun Lalu, Daya Beli Konsumen Terjaga