Dua Remaja Pelaku Penganiayaan di Luwu Utara Malah Joget di Kantor Polisi

- Kamis, 02 April 2026 | 11:15 WIB
Dua Remaja Pelaku Penganiayaan di Luwu Utara Malah Joget di Kantor Polisi

Dua remaja perempuan di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, harus berurusan dengan polisi. Mereka diduga menganiaya seorang teman hingga babak belur. Yang bikin geleng-geleng, sikap mereka sama sekali tak menunjukkan penyesalan. Bahkan, saat dipanggil ke kantor polisi, mereka malah asyik bikin konten joget untuk diunggah.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi di sebuah area kebun kelapa sawit, pada hari Senin lalu. Korban, yang juga masih remaja, menjadi sasaran amuk kedua pelaku berinisial R dan S itu.

Kepala Desa Harapan, Wendri, mencoba merunut awal mula persoalan.

"Dari informasi yang kami dapat, pemicunya adalah masalah pribadi keluarga. Katanya, ini gara-gara ibu salah satu pelaku dituding selingkuh oleh pihak korban," ujar Wendri.

Tak terima, orang tua korban pun melaporkan kejadian itu ke polisi. Panggilan resmi pun keluar, dan pada Selasa siang, kedua remaja itu mendatangi Mapolres Luwu Utara untuk dimintai keterangan.

Namun begitu, alih-alih menunjukkan sikap serius, mereka justru bertingkah. Di dalam kantor polisi, tepatnya di depan ruang Satuan Reserse Narkoba, mereka mengabadikan diri dengan berjoget riang. Video itu lalu beredar luas di media sosial, memantik kemarahan publik. Dalam rekaman itu, terlihat empat remaja berjilbab termasuk kedua pelaku sedang asyik merekam aksi mereka. Latar belakangnya jelas: papan nama unit polisi.

Merespon hal ini, Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, Iptu Kadek Andi Pradnyadana, menyatakan pihaknya telah mengambil tindakan tegas.

"Kami sudah amankan handphone yang dipakai untuk merekam dan mengunggah video itu. Perangkatnya sekarang disimpan di unit PPA untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas Kadek.

Di sisi lain, polisi juga tak tinggal diam terhadap orang tua pelaku. Mereka telah dipanggil untuk diberikan pembinaan, dengan harapan bisa lebih mengawasi perilaku anak-anak mereka ke depan. Ironisnya, aksi joget di tempat yang seharusnya penuh dengan keseriusan itu justru menjadi bukti nyata betapa mereka belum menyadari kesalahan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar