Menteri Bahlil Bentuk Satgas dan Turun Langsung Pimpin Penertiban Tambang Ilegal di Papua Barat
MANOKWARI - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengambil langkah tegas dengan memastikan akan menurunkan tim khusus untuk menertibkan seluruh aktivitas pertambangan ilegal yang marak terjadi di wilayah Papua Barat.
Hal ini disampaikannya secara langsung saat membuka Musyawarah Daerah IV DPD Partai Golkar Papua Barat di Manokwari, Sabtu. "Saya mau turunkan satgas penataan tambang-tambang ilegal," tegas Bahlil.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak yang terlibat dalam praktik pertambangan tanpa izin untuk segera menghentikan kegiatannya. Menurutnya, aktivitas ilegal tersebut telah menimbulkan dampak serius berupa kerusakan alam dan mengancam kelestarian lingkungan.
Respons atas Pemberitaan Media
Pembentukan satgas penertiban ini juga disebutkan Bahlil sebagai bentuk respons atas berbagai pemberitaan media massa yang menuding keterlibatannya dalam kegiatan tambang ilegal. Rencana ini telah disampaikannya kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Banyak pemberitaan seolah-olah saya terlibat dalam tambang ilegal. Maka, saya turun langsung dan kalau saya dapat, saya sikat," tegas Menteri Bahlil dengan nada tegas.
Bantah Afiliasi dengan PT Gag Nikel
Lebih lanjut, Bahlil Lahadalia secara khusus membantah tudingan yang menyatakan dirinya berafiliasi dengan PT Gag Nikel Arya Aditya. Perusahaan ini disebut melakukan kegiatan pertambangan nikel di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Bahlil menegaskan bahwa kegiatan PT GAG telah berlangsung berdasarkan kontrak karya sejak era tahun 70-an, dengan izin terbaru yang diterbitkan oleh bupati setempat pada tahun 2004. "Tahun itu saya belum jadi pejabat," jelasnya, menekankan bahwa dirinya belum menduduki jabatan negara saat izin tersebut dikeluarkan.
Pimpimpin Operasi Secara Langsung
Untuk memastikan transparansi dan menghilangkan segala bentuk kesalahpahaman, Bahlil berkomitmen untuk memimpin secara langsung operasi penertiban tambang ilegal di Papua Barat.
“Saya sendiri yang akan pimpin, supaya tidak ada dusta di antara kita,” pungkas Menteri ESDM tersebut, menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Keluarga Korban Tolak Damai, Tuntut Keadilan untuk Kucing yang Ditendang hingga Tewas di Blora
Polisi Ungkap Motif Perampokan Sadis di Boyolali: Utang Judi Online
KPK Tetapkan Wakil Ketua PN Depok Tersangka Baru Kasus Gratifikasi Rp2,5 Miliar
Pandji Selesaikan Pemeriksaan Kasus Dugaan Penistaan Agama di Polda Metro Jaya