Harga Sembako Ramadan 2026 Turun Dibanding Tahun Lalu, Daya Beli Konsumen Terjaga

- Kamis, 02 April 2026 | 10:35 WIB
Harga Sembako Ramadan 2026 Turun Dibanding Tahun Lalu, Daya Beli Konsumen Terjaga

Menjelang akhir Ramadan dan usainya Lebaran 2026, ada kabar yang cukup melegakan dari sektor perdagangan. Menteri Perdagangan Budi Santoso melaporkan, harga sejumlah kebutuhan pokok justru mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tren ini terlihat jelas dari perbandingan harga di Maret 2026 dengan Maret 2025.

Menurutnya, pergerakan harga harian selama bulan puasa dan hari raya tahun ini berjalan wajar. Tidak ada gejolak yang berarti. "Dinamikanya normal," ujarnya.

"Kalau dibandingin dengan Ramadan dan Idulfitri tahun lalu, harga bapok tahun ini cenderung turun. Itu berlaku untuk beras, gula pasir, MinyaKita, sampai bawang dan cabai," kata Mendag Budi Santoso dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Rabu (1/4).

Dia menambahkan, "Pola hariannya juga menunjukkan kenaikan bertahap yang wajar jelang Lebaran, lalu normal lagi setelahnya. Ini indikasi bagus bahwa pasokan dan distribusi berjalan lancar."

Data tahunan memperkuat pernyataan itu. Harga beras medium nasional, contohnya, tercatat Rp13.681 per kilogram pada Maret 2026. Angka ini turun tipis 0,19% dari Maret sebelumnya. Beras premium juga mengalami tren serupa, turun 0,23% menjadi Rp15.340 per kg.

Penurunan lebih signifikan justru terjadi pada komoditas lain. MinyaKita merosot 7,89% ke level Rp15.890 per liter. Bawang merah turun 5,16%. Bahkan cabai merah keriting dan bawang putih honan anjlok cukup dalam, masing-masing 16,27% dan 15,04%. Gula pasir curah dan cabai rawit merah juga ikut turun.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar