dr. Soeko lantas memaparkan, setidaknya ada tujuh program penanganan kanker yang mesti dipahami publik.
“Dalam kanker itu ada 7 program yg harus dipahami, di antaranya promotif preventif kita promosi ke masyarakat seperti hidup sehat dan jangan merokok, kemudian deteksi dini salah satunya dengan CKG ini. Ini tahap awal deteksi dini,” paparnya.
Momentum Hari Kanker 2026 ini juga dimanfaatkan oleh Ketua Umum PP POI, Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD-KHOM, untuk menyuarakan hal penting. Setiap perjalanan pasien kanker itu unik, dengan kebutuhan dan tantangannya masing-masing.
Namun begitu, satu hal yang mutlak: seluruh pemangku kepentingan harus bersatu padu.
“Seluruh pemangku kepentingan perlu bergerak bersama agar layanan kanker dapat diakses secara setara oleh semua pasien,” pungkas dr. Cosphiadi.
Intinya, pesan dari para ahli ini jelas. Deteksi dini bukan sekadar imbauan, tapi langkah penyelamatan. Tanpa itu, pertaruhan nyawa pasien jadi jauh lebih besar.
Artikel Terkait
Prabowo Undang Pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI Bahas Inisiatif Perdamaian Trump
Prabowo Geram: Sampah di Bali Dinilai Ancam Pariwisata Nasional
Rp 992 Triliun dari Tambang Ilegal, Satgas Buru Lokasi di Hutan
Gempa Dangkal M 4,1 Guncang Bener Meriah di Pagi Buta