Senin lalu, di Sentul International Convention Center, suasana Rakornas Pusat dan Daerah 2026 mendadak tegang. Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menegur pejabat Bali. Sorotannya tajam: persoalan sampah yang dinilai sudah mengkhawatirkan, mencemari lingkungan dan mengancam pariwisata nasional.
Menurutnya, masalah ini tak bisa lagi dibiarkan berlarut. “Penyelesaian masalah sampah, kita perlu kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ujar Prabowo.
Namun begitu, Presiden menegaskan bahwa kolaborasi itu bukan alasan untuk menunggu. “Tapi, kita tidak boleh menunggu. Karena itu, bila perlu, demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin,” tegasnya.
Kritik itu bukan tanpa alasan. Prabowo secara khusus menyorot kondisi pantai-pantai Bali yang disebutnya telah ‘mencoreng citra’ Indonesia. Ia bahkan bercerita tentang keluhan langsung yang diterimanya dari tokoh luar negeri. Kata-kata itu sepertinya masih terngiang.
“Dia ngomong ke saya. Dia bilang, ‘Your Excellency, I just came from Bali. Oh, Bali so dirty now. Bali not nice.’”
Presiden lalu melanjutkan, “Wah, tapi saya terima itu sebagai koreksi. Ini kita harus atasi bersama.”
Di sisi lain, tekanan terhadap sektor pariwisata memang nyata. Prabowo mengingatkan bahwa pariwisata adalah pencipta lapangan kerja tercepat, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Tapi semua itu bisa runtuh. Bagaimana mungkin sektor itu bertahan jika destinasi andalan seperti Bali dibiarkan kumuh?
“Ini maaf ya, gubernur, bupati-bupati dari Bali. Ini real, lho,” ucap Presiden dengan nada tinggi. “Bali bulan Desember 2025. Ini Pantai Bali. Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?”
Dalam kesempatan itu, ia langsung meminta tanggung jawab penuh dari gubernur dan para bupati. Ia mendorong agar sekolah-sekolah dan masyarakat dilibatkan dalam kerja bakti rutin. Tapi pesannya jelas: jika daerah lamban, pusat akan ambil alih.
Bahkan, Presiden tak segan menyatakan akan mengerahkan semua sumber daya. “Kalau bupati dan gubernur tidak bisa, saya perintah Dandim, Danrem, saya perintahkan kau gerakan anak buahmu korve. Setiap hari atau setiap berapa hari, korve, korve, korve. Kepolisian, gerakan korve, korve, korve. Nanti dia bisa selamatkan,” kata Prabowo dengan semangat.
Intinya, Indonesia harus menyatakan perang. Bagi Prabowo, sampah bukan cuma soal pemandangan yang tidak sedap dipandang. Ini ancaman kesehatan publik, potensi bencana lingkungan yang serius. Dan waktu untuk bertindak adalah sekarang.
Artikel Terkait
KAI Bangun Tugu Peringatan di Stasiun Bekasi Timur untuk Hormati 16 Korban Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL
Kemensos Berhentikan 49 Pendamping PKH Sepanjang 2025 Akibat Langgar Aturan Penyaluran Bansos
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Akan Intervensi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Senilai Rp27 Miliar
Pendapatan IMAX Turun 6,5 Persen di Kuartal I 2026, Laba Bersih Anjlok 26 Persen