Perjuangan PSM Makassar untuk mempertahankan tempat di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim 2025/2026 telah mencapai titik paling genting. Tiga pertandingan terakhir musim ini akan menjadi penentu nasib tim berjuluk Pasukan Ramang tersebut. Saat ini, PSM menempati peringkat ke-13 dengan koleksi 34 poin, dan setidaknya satu kemenangan diperlukan untuk mengamankan posisi.
Jadwal yang dihadapi oleh PSM sama sekali tidak ringan. Pasukan Ramang harus berhadapan dengan Arema FC, Persib Bandung, dan Madura United tiga lawan dengan karakteristik serta kepentingan yang berbeda di papan klasemen. Kombinasi antara tekanan posisi klasemen dan kekuatan lawan membuat tiga laga ini layak disebut sebagai fase paling berat bagi PSM musim ini.
Ujian pertama akan dihadapi PSM saat bertandang ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan pada 9 Mei 2026. Dari sisi klasemen, Arema berada di posisi ke-10 dengan 39 poin, situasi yang relatif lebih aman dibandingkan dengan PSM yang masih bergelut di papan bawah. Catatan pertemuan kedua tim menunjukkan keseimbangan yang nyaris sempurna. Dalam 18 pertemuan, Arema dan PSM sama-sama mengoleksi tujuh kemenangan, sementara empat laga lainnya berakhir imbang. Statistik ini mengonfirmasi bahwa duel antara kedua tim selalu berlangsung ketat. Meskipun demikian, bermain di kandang sendiri memberikan keuntungan psikologis bagi Arema. Bagi PSM, mencuri poin di laga ini akan menjadi langkah vital untuk menjaga jarak dari zona degradasi.
Sementara itu, ujian sesungguhnya menanti PSM saat menjamu Persib Bandung di Stadion Gelora B.J. Habibie pada 17 Mei 2026. Persib datang sebagai pemuncak klasemen dengan 72 poin dan berstatus sebagai kandidat terkuat juara musim ini. Dari 21 pertemuan sebelumnya, Persib sedikit unggul dengan sembilan kemenangan, sementara PSM meraih delapan kemenangan dan empat laga berakhir seri. Secara kualitas skuad dan konsistensi performa sepanjang musim, Persib jelas lebih diunggulkan. Namun, faktor kandang memberikan secercah harapan bagi PSM untuk menciptakan kejutan. Laga ini diprediksi menjadi titik paling menentukan. Jika mampu meraih poin, peluang PSM untuk bertahan akan semakin terbuka lebar. Sebaliknya, kekalahan bisa membuat tekanan semakin berat menjelang laga pamungkas.
Laga terakhir akan mempertemukan PSM dengan Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan pada 23 Mei 2026. Madura United saat ini berada di peringkat ke-14 dengan 32 poin hanya terpaut dua angka dari PSM. Artinya, pertandingan ini berpotensi menjadi “final” bagi kedua tim dalam menentukan siapa yang bertahan dan siapa yang harus terdegradasi. Dari 19 pertemuan, PSM sedikit unggul dengan sembilan kemenangan, sementara Madura United meraih delapan kemenangan dan dua laga berakhir imbang. Namun, faktor kandang bisa menjadi pembeda yang signifikan. Madura United tentu tidak ingin kehilangan poin di depan pendukungnya sendiri dalam laga hidup-mati seperti ini.
Tiga pertandingan terakhir ini menghadirkan tantangan dengan karakter yang berbeda bagi PSM. Arema FC, sebagai tim papan tengah dengan rekor berimbang, menjadi ujian konsistensi. Persib Bandung, sang pemuncak klasemen, merupakan ujian kualitas dan mental. Sementara Madura United, rival langsung di papan bawah, adalah ujian tekanan dan keberanian. Secara matematis, PSM membutuhkan minimal satu kemenangan atau kombinasi poin yang cukup untuk memastikan keselamatan. Namun, melihat kekuatan lawan yang dihadapi, skenario tersebut tidak mudah untuk diwujudkan.
Kunci utama bagi PSM terletak pada stabilitas lini belakang dan efektivitas serangan. Dalam situasi penuh tekanan seperti ini, pengalaman pemain senior serta ketenangan dalam mengambil keputusan di lapangan akan menjadi faktor yang sangat menentukan. Selain itu, aspek mental menjadi elemen krusial. Tekanan untuk bertahan di kasta tertinggi kerap membuat tim tampil di bawah performa terbaiknya. Jika PSM mampu mengelola tekanan tersebut dengan baik, peluang untuk selamat dari jerat degradasi tetap terbuka.
Tiga laga tersisa bukan sekadar pertandingan biasa bagi PSM Makassar. Ini adalah ujian terakhir yang akan menentukan masa depan klub di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. Apakah Pasukan Ramang mampu melewati fase berat ini dan bertahan di Liga 1? Atau justru harus menerima kenyataan pahit turun kasta? Jawabannya akan ditentukan dalam 14 hari paling menegangkan bagi PSM musim ini.
Artikel Terkait
Manchester United Siapkan Skuad Baru untuk Musim 2026/2027 Usai Pastikan Tiket Liga Champions
Thales Lira Kirim Kode ke PSS Sleman Usai Tersingkir dari Skuad Persija
Beckham Putra Tantang Persija: Siap Cetak Gol dan Selebrasi di SUGBK
Persija Siap Jadi Antagonis di El Clasico, Incar Jegal Hattrick Persib demi Buka Jalan Borneo FC