Jenazah Sandera Terakhir Ditemukan, Janji Netanyahu Soal Rafah Masih Menggantung

- Selasa, 27 Januari 2026 | 06:45 WIB
Jenazah Sandera Terakhir Ditemukan, Janji Netanyahu Soal Rafah Masih Menggantung

TEL AVIV Akhirnya, jenazah sandera Israel terakhir berhasil ditemukan di Gaza. Militer Israel mengonfirmasi identitasnya sebagai Sersan Satu Ran Gvili, Minggu lalu. Identifikasi itu, kata mereka, dilakukan lewat pemeriksaan DNA yang ketat.

Menariknya, informasi awal soal lokasi jenazah justru datang dari Hamas. Mereka memberi tahu posisi terakhir Gvili. Pasukan Israel lalu bergerak, dan menemukan jenazah itu terkubur di bawah reruntuhan bangunan. Ironisnya, bangunan itu hancur akibat serangan Israel sendiri.

Setelah proses forensik rampung, jenazah Gvili pun dikembalikan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

“Setelah selesainya proses identifikasi oleh Institut Kedokteran Forensik Nasional, bekerja sama dengan Kepolisian Israel dan Rabbinat Militer, perwakilan IDF memberi tahu keluarga sandera yang meninggal, Sersan Satu Ran Gvili, orang yang mereka cintai telah diidentifikasi dan akan dikembalikan untuk dimakamkan,” begitu bunyi pernyataan resmi IDF, Selasa kemarin.

Dengan penemuan ini, pihak militer menyatakan satu bab penting telah tertutup. “Dengan ini, semua sandera telah dikembalikan dari Jalur Gaza,” tegas mereka.

Namun begitu, kabar ini dibayangi janji lain yang masih menggantung. Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan perbatasan Rafah akan dibuka kembali setelah pemulangan Gvili. Rafah adalah pintu penghubung Gaza dan Mesir yang vital.

Masalahnya, janji serupa sebenarnya sudah lama dilanggar. Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Oktober tahun lalu, pos perbatasan itu seharusnya sudah dibuka. Kenyataannya? Sampai sekarang, Israel belum juga membukanya. Kapan Netanyahu akan menepati kata-katanya kali ini, masih jadi tanda tanya besar.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar