Harga minyak dunia yang melonjak gara-gara ketegangan di Timur Tengah, memaksa banyak negara berpikir keras. Presiden Prabowo Subianto pun mengajak jajaran kabinetnya melihat langkah-langkah yang diambil negara lain. Opsinya beragam, mulai dari skema kerja dari rumah hingga hal yang lebih radikal: memotong gaji para pejabat.
Perang antara Iran dan AS-Israel memang sudah memicu kekhawatiran global. Minyak mentah tembus angka 100 dolar AS per barel. Situasi makin runyam setelah Iran menutup Selat Hormuz hanya kapal dari China dan Rusia yang boleh lewat. Dampaknya? Bisa ditebak: harga-harga lain, termasuk pangan, berpotensi ikut terdongkrak.
“Kita tidak bisa santai saja,” kata Prabowo dalam arahan terbarunya. Menurutnya, pemerintah harus proaktif. Salah satu jalan keluarnya adalah menghemat konsumsi BBM di instansi pemerintah. “Kita bersyukur kondisi kita aman, tapi kita tetap harus berupaya mengurangi pemakaian,” tegasnya.
Beberapa negara tetangga ternyata sudah bergerak lebih dulu. Thailand dan Vietnam, misalnya, kembali menggalakkan kerja dari rumah untuk sebagian pegawainya. Tujuannya sederhana: kurangi mobilitas, tekan pemakaian bensin.
Filipina juga punya cara. Di sejumlah kantor pemerintah, mereka menerapkan sistem kerja empat hari dalam seminggu. Perjalanan dinas dan aktivitas pemerintahan lainnya juga dibatasi ketat. Semua demi satu hal: penghematan energi.
Namun begitu, contoh yang paling ketat justru datang dari Pakistan. Prabowo menunjukkan slide berisi “critical measures” yang diambil negara tersebut. Kebijakannya mirip seperti masa pandemi: separuh pegawai pemerintah dan swasta wajib WFH, jam kerja dipadatkan jadi empat hari seminggu.
Bahkan, langkah mereka lebih jauh lagi.
“Mereka mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR,” ujar Prabowo. Hasil penghematan dari pemotongan gaji itu dikumpulkan khusus untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.
Itu belum semua. Pakistan juga memangkas jatah BBM untuk setiap kementerian. Sebanyak 60 persen kendaraan dinas dilarang digunakan setiap hari. Belanja negara untuk barang-barang seperti AC, kendaraan baru, dan mebel kantor dihentikan sementara tanpa batas waktu yang pasti.
“Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan,” paparnya.
Masih ada lagi: kunjungan kerja dikurangi, anggaran untuk acara seremonial dipangkas, dan perkuliahan di perguruan tinggi dialihkan ke daring. Serangkaian langkah darurat yang cukup komprehensif.
Meski mengetengahkan berbagai contoh itu, Prabowo menegaskan bahwa itu semua baru bahan pembelajaran. Pemerintah Indonesia masih akan mempelajari mana yang cocok diterapkan di dalam negeri. “Saya kira kita harus mengupayakan penghematan,” katanya.
Keyakinannya untuk dua-tiga tahun ke depan cukup kuat, tapi hemat energi tetap jadi kunci. “Dengan demikian kita berharap defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita saya kalau bisa kita tidak punya defisit,” harap Prabowo menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
KPK Fokus Kejar Aset PT Loco Montrado Usai Tersangka Siman Bahar Meninggal
400 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas, Prabowo Dijadwalkan Hadir di Peringatan May Day 2026
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Tinjau Lokasi Tabrakan Kereta di Bekasi, Evakuasi Terhambat Ruang Sempit
Medco E&P dan UMKM Sumsel Sukses Alirkan Minyak Perdana Hanya Dua Hari Setelah Kontrak Ditandatangani