Iran Bantah Klaim AS soal Hancurnya Sistem Pertahanan, Nyatakan Pasukan dalam Siaga Penuh

- Jumat, 12 Juni 2026 | 03:30 WIB
Iran Bantah Klaim AS soal Hancurnya Sistem Pertahanan, Nyatakan Pasukan dalam Siaga Penuh

Iran membantah keras klaim Amerika Serikat yang menyebut sistem pertahanan negaranya telah hancur akibat serangan udara beberapa hari terakhir. Sebaliknya, militer Iran menyatakan diri dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi setiap kemungkinan ancaman.

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, secara tegas menolak pernyataan Washington yang menilai kemampuan pertahanan militer Iran telah melemah. Ia justru menegaskan bahwa kesiapan tempur pasukannya tidak pernah surut.

“Jangan fokus pada klaim musuh, yang penting adalah kenyataan di medan perang,” ujar Shekarchi dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Kamis (11/6/2026).

Shekarchi menambahkan, Iran terus memperkuat kemampuan militernya meskipun tekanan dan ancaman dari luar negeri masih berlangsung. Menurutnya, kekuatan militer Iran saat ini justru lebih besar dibandingkan sebelum konflik pecah.

Ia juga membantah tuduhan bahwa persediaan rudal Iran telah habis. Shekarchi menilai isu tersebut sengaja disebarkan oleh pihak lawan dengan tujuan mengumpulkan informasi tentang kapasitas militer negaranya.

“Kami selalu mengatakan bahwa kami siap, dan musuh telah merasakan dampak kesiapan tersebut di medan perang,” tegasnya.

Di tengah pengakuan bahwa Iran mengalami sejumlah kerugian dalam pertempuran melawan AS, Shekarchi menyebut pasukannya mampu memberikan kerugian yang lebih besar kepada pihak lawan. Ia menekankan bahwa keseimbangan tersebut menjadi bukti efektivitas pertahanan Iran.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai kemungkinan penutupan Selat Bab Al Mandab, Shekarchi menyatakan bahwa Iran memiliki banyak rencana dan akan mengungkapkan pilihannya jika situasi memang memerlukan langkah tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pasukannya bersama Israel berhasil melumpuhkan militer Iran melalui serangkaian serangan udara yang masif.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar