Kolombia Diguncang Bom Mobil dan Drone Usai Pelantikan Presiden Baru

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:25 WIB
Kolombia Diguncang Bom Mobil dan Drone Usai Pelantikan Presiden Baru

Kolombia diguncang serangan bom mobil di dua wilayah berbeda hanya sehari setelah presiden baru dilantik. Seorang petugas polisi tewas dalam insiden tersebut, sementara beberapa lainnya terluka.

Menurut laporan AFP pada Minggu (9/8/2026), serangan pertama terjadi di dekat kota Cali pada Sabtu dini hari. Angkatan Darat Kolombia menyatakan kelompok pembangkang gerilyawan FARC menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan gerbang tol yang sedang dibangun di jalan raya Pan-Amerika, di wilayah administratif Santander de Quilichao. Dua petugas keamanan mengalami luka ringan dalam ledakan itu.

Kelompok pemberontak yang bertanggung jawab berada di bawah komando Ivan Morodisco, gerilyawan yang paling dicari di Kolombia. Morodisco memimpin faksi yang memisahkan diri dari kesepakatan damai bersejarah tahun 2016 antara FARC dan pemerintah Kolombia.

Di lokasi terpisah, sekitar 1.000 kilometer dari Cali, sebuah pesawat nirawak bermuatan bahan peledak menghantam kantor polisi di departemen Cesar, wilayah utara, pada Sabtu dini hari. Serangan itu menewaskan seorang petugas, menurut keterangan pejabat setempat.

Pihak berwenang belum mengidentifikasi pelaku serangan tersebut. Namun, Presiden Abelardo de la Espriella menegaskan bahwa siapa pun yang bertanggung jawab "tidak akan lolos dari hukuman."

Ketegangan pasca-pengeboman terasa di sekitar lokasi gerbang tol. Roberto Sandoval, seorang petugas pemadam kebakaran yang tinggal di lingkungan dekat gerbang tol, mengungkapkan kekhawatirannya kepada AFP. "Kami semua merasa gelisah, sangat tegang, dan cemas," ujarnya.

De la Espriella resmi dilantik sebagai presiden pada Jumat di Cali, kota di barat daya Kolombia. Pemimpin sayap kanan garis keras ini dikenal dengan janji kampanyenya untuk memerangi "narkoterorisme tanpa gencatan senjata" dan menghentikan perundingan damai dengan kelompok bersenjata.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags