Dengan penemuan ini, pihak militer menyatakan satu bab penting telah tertutup. “Dengan ini, semua sandera telah dikembalikan dari Jalur Gaza,” tegas mereka.
Namun begitu, kabar ini dibayangi janji lain yang masih menggantung. Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan perbatasan Rafah akan dibuka kembali setelah pemulangan Gvili. Rafah adalah pintu penghubung Gaza dan Mesir yang vital.
Masalahnya, janji serupa sebenarnya sudah lama dilanggar. Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Oktober tahun lalu, pos perbatasan itu seharusnya sudah dibuka. Kenyataannya? Sampai sekarang, Israel belum juga membukanya. Kapan Netanyahu akan menepati kata-katanya kali ini, masih jadi tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Gladbach Tundukkan St. Pauli 2-0 di Bundesliga
Hari Pertama Mudik 2026: 285 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta, Arus Masih Terkendali
Kemlu Siap Sambut 34 WNI dari Iran dalam Evakuasi Tahap Kedua
Polisi Selidiki Penyerangan dengan Air Keras terhadap Aktivis KontraS di Salemba