Dengan penemuan ini, pihak militer menyatakan satu bab penting telah tertutup. “Dengan ini, semua sandera telah dikembalikan dari Jalur Gaza,” tegas mereka.
Namun begitu, kabar ini dibayangi janji lain yang masih menggantung. Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan perbatasan Rafah akan dibuka kembali setelah pemulangan Gvili. Rafah adalah pintu penghubung Gaza dan Mesir yang vital.
Masalahnya, janji serupa sebenarnya sudah lama dilanggar. Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Oktober tahun lalu, pos perbatasan itu seharusnya sudah dibuka. Kenyataannya? Sampai sekarang, Israel belum juga membukanya. Kapan Netanyahu akan menepati kata-katanya kali ini, masih jadi tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Tipis, PPN Dihapus tapi PPh 22 Tetap Berlaku
Ahok Siap Bongkar Skandal Minyak Rp 285 Triliun di Sidang Hari Ini
Rencana Gaza Trump Picu Ancaman Mundur dari Kabinet Netanyahu
Veloz Hybrid Cetak 4.000 Pesanan, Toyota Siapkan Tiga Model Baru di IIMS