Bank BCA baru saja mengumumkan rencana pembagian dividen yang jumlahnya fantastis. Bayangkan saja, Rp34,5 triliun akan dibagikan kepada para pemegang saham. Kalau dirinci per lembar saham, nilainya mencapai Rp281.
Ini adalah dividen final untuk tahun buku 2025. Kalau digabung dengan dividen interim yang sudah dibayarkan akhir tahun lalu sebesar Rp55 per saham, totalnya jadi Rp41,4 triliun, atau setara Rp336 per saham. Angka yang sangat besar, bukan? Menariknya, jumlah sebesar itu mewakili 72% dari total laba bersih BCA tahun lalu yang mencapai Rp57,5 triliun. Artinya, sebagian besar keuntungan bank dikembalikan ke pemilik saham.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, punya penjelasan terkait keputusan ini.
"Peningkatan rasio dividen ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada seluruh pemangku kepentingan atas kinerja solid bank sepanjang tahun lalu," ujarnya.
Dia juga menyampaikan optimisme terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2026, meski mengakui ada sejumlah tantangan yang mengintai. Mulai dari dinamika ekonomi global sampai kondisi geopolitik yang kerap bergejolak.
"BCA berupaya turut mendukung momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan mendorong penyaluran kredit ke berbagai segmen dan sektor, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," tambah Hendra.
Nah, ada kabar lain yang patut disimak oleh investor. BCA berencana mengubah frekuensi pembagian dividen. Rencananya, mulai tahun buku 2026 nanti, bank ini akan membagikan dividen interim sebanyak tiga kali tentu saja jika kondisi keuangannya memungkinkan. Langkah ini jelas bertujuan memberi kepastian imbal hasil yang lebih rutin, sebuah sinyal positif bagi pasar.
Di sisi lain, fundamental BCA memang terlihat kuat. Hingga akhir 2025, ekuitasnya tercatat Rp282 triliun. Sementara itu, saldo laba yang bisa digunakan mencapai Rp259 triliun, angka yang memberi ruang cukup lebar untuk manuver dan pembagian dividen.
Bagi yang menunggu pencairan dana, berikut jadwal lengkapnya. Perhatikan tanggal-tanggal penting ini agar tidak kehilangan hak.
Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi jatuh pada 27 Maret 2026. Lalu, Ex Dividen-nya di pasar yang sama terjadi tiga hari kemudian, tepatnya 30 Maret. Untuk Pasar Tunai, Cum Dividen pada 31 Maret dan Ex Dividen-nya 1 April 2026. Pembayaran dividennya sendiri baru akan dilakukan pada 8 April 2026.
Jadi, bagi pemegang saham, ada angin segar dari BCA di awal tahun ini. Besarnya dividen dan perubahan frekuensi pembayaran ke depan menunjukkan kepercayaan direksi terhadap kesehatan bank, sekaligus komitmen untuk membagi hasil yang manis kepada para investor.
Artikel Terkait
KAI Tutup Sementara Commuter Line Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek, 6 Tewas
IHSG Diprediksi Terkoreksi, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham Buy on Weakness
Wall Street Lesu di Awal Pekan, Investor Waspadai Negosiasi AS-Iran hingga Keputusan Suku Bunga The Fed
Pendiri Garudafood Borong 20 Juta Saham GOOD Senilai Rp6,24 Miliar