Ledakan di Perairan Iran Dipastikan dari Pencegatan Kapal Tanker oleh Garda Revolusi di Selat Hormuz

- Jumat, 12 Juni 2026 | 11:45 WIB
Ledakan di Perairan Iran Dipastikan dari Pencegatan Kapal Tanker oleh Garda Revolusi di Selat Hormuz

Suara ledakan keras yang mengguncang perairan lepas pantai Sirik, Iran selatan, pada Jumat, 12 Juni 2026, dipastikan berasal dari operasi pencegatan sebuah kapal oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Militer Iran mengumumkan bahwa kapal tersebut dilaporkan mencoba melintasi kawasan strategis Selat Hormuz tanpa izin.

Stasiun televisi pemerintah Iran, yang mengutip sumber dari Angkatan Laut IRGC, melaporkan bahwa pasukan militer telah memblokir sebuah kapal tanker minyak agar tidak memasuki jalur perairan tersebut. Langkah tegas ini diambil setelah kapal tanker itu kedapatan mencoba menerobos tanpa adanya koordinasi terlebih dahulu dengan otoritas setempat.

Pihak Angkatan Laut IRGC menegaskan bahwa pengawasan di Selat Hormuz akan terus diperketat. Militer Iran memastikan akan menindak dengan sangat tegas setiap kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut tanpa izin.

"Kami akan bertindak dengan ketegangan ekstrem terhadap kapal mana pun yang mencoba menyeberanginya," demikian pernyataan resmi dari Angkatan Laut IRGC, seperti dikutip dari laporan media asing pada Jumat, 12 Juni 2026.

Beberapa jam sebelum pengumuman tersebut, stasiun televisi pemerintah Iran sempat melaporkan adanya dentuman ledakan di dekat wilayah Sirik dan Bandar Abbas di Iran selatan. Pada saat itu, jajaran pejabat setempat menyatakan bahwa penyebab pasti dari ledakan tersebut belum diketahui secara jelas.

Sementara itu, rangkaian perkembangan militer di Selat Hormuz ini mengemuka hanya berselang beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa dirinya telah membatalkan rencana serangan udara ke Iran. Trump juga mengklaim bahwa proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan damai yang baru kini sudah hampir rampung.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar