Operasi tangkap tangan KPK di Cilacap berakhir dengan satu nama besar yang dibawa ke Jakarta: Bupati setempat, Syamsul Aulia Rahman. Ia diamankan tim penindak korupsi itu Jumat malam (13/3/2026).
Menurut pantauan di lokasi, Syamsul sempat menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas. Baru sekitar pukul sembilan lewat dua belas menit, ia keluar dari gedung Sat Reskrim.
Penampilannya sederhana. Kemeja putih lengan panjang, celana hitam, dan masker berwarna hijau menutupi sebagian wajahnya. Saat diserbu awak media yang menunggu, ia memilih untuk sama sekali tak bersuara. Bungkam.
Dia tidak sendirian. Sekda Cilacap, Sadmoko Danardono, dan sejumlah kepala perangkat daerah lain juga terlihat dalam rombongan, semua mengenakan masker. Mereka kemudian diantar menuju Stasiun Purwokerto.
Langsung masuk ke ruang tunggu VIP. Tak lama berselang, sekitar pukul 21.37 WIB, rombongan itu naik kereta api Purwojaya. Tujuannya jelas: ibu kota.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, sebelumnya mengonfirmasi bahwa OTT ini menjaring total 27 orang. Kasusnya berkisar pada dugaan suap yang melibatkan proyek-proyek di kabupaten tersebut.
"Diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak Bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap,"
ujar Budi, menjelaskan inti dari penyelidikan yang dilakukan komisi antirasuah itu.
Artikel Terkait
Basarnas Instruksikan Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Tanpa Menggeser Gerbong
Bennett dan Lapid Satukan Kekuatan, Tantang Netanyahu di Pemilu Mendatang
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Seluruh Perjalanan Jarak Jauh dari Gambir dan Pasar Senen Dihentikan Sementara
Empat Korban Masih Terjebak di Gerbong Wanita KRL, Evakuasi Terhambat Ruang Sempit dan Alat Terbatas