OKI Tegaskan Penolakan, Israel Dinilai Langgar Hukum Internasional
JEDDAH – Dalam sebuah pertemuan darurat yang digelar Sabtu lalu, negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) secara tegas menolak langkah Israel yang mengakui kemerdekaan Somaliland. Pertemuan tingkat menteri luar negeri itu sendiri berlangsung di markas besar OKI di Jeddah, Arab Saudi.
Menurut Sekjen OKI Hissein Taha, perkembangan terbaru di Somaliland ini bukan perkara sepele. Ia menyebut situasinya serius, lantaran langsung menyentuh soal kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia.
“Langkah Israel ini menciptakan preseden yang sangat berbahaya,” tegas Taha.
Dalam pandangannya, pengakuan itu adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Bahkan lebih dari itu, ia bisa menjadi ancaman langsung bagi keamanan dan stabilitas di kawasan regional.
Di sisi lain, Taha juga menyoroti situasi memilukan di Palestina. Ia mendesak Israel untuk patuh pada gencatan senjata dan benar-benar berkomitmen melanjutkan ke tahap berikutnya. Tujuannya jelas: mengakhiri permusuhan untuk selamanya dan menarik seluruh pasukannya dari Gaza.
Tak cuma itu, dia menekankan pentingnya mencegah pemindahan paksa warga Gaza. Bantuan kemanusiaan harus bisa masuk tanpa halangan, seluruh perbatasan dibuka, dan pengungsi dipulangkan. OKI juga mendorong diselenggarakannya konferensi internasional di Kairo khusus untuk membahas rekonstruksi Gaza yang porak-poranda.
Pertemuan darurat itu akhirnya ditutup dengan pengesahan dua resolusi kunci. Resolusi pertama menegaskan kembali dukungan penuh terhadap kedaulatan Somalia. Sementara resolusi kedua mengutuk keras agresi Israel yang terus berlanjut di Palestina, termasuk rencana pencaplokan wilayah dan pengusiran penduduk yang dinilai keji.
Intinya, OKI mendesak seluruh negara anggotanya untuk bersatu dan bersikap tegas. Dukungan kepada Somalia harus bulat, sesuai dengan piagam organisasi dan hukum internasional yang berlaku.
Artikel Terkait
BMKG Proyeksikan Musim Kemarau 2026 Lebih Awal dan Panjang
Wamen Haji Larang Petugas Flexing di Medsos, Fokus pada Pendampingan Jamaah
Wamen Haji Ingatkan Petugas Fokus pada Jemaah, Bukan Flexing di Medsos
Brebes Siap Jadi Lokasi Peternakan Sapi Perah Terbesar, Targetkan 180 Ribu Ton Susu per Tahun