Vonis akhirnya jatuh. Muhammad Kerry Andrianto Riza, terdakwa dalam kasus korupsi tata kelola minyak yang menggemparkan itu, harus menghabiskan 15 tahun hidupnya di balik jeruji besi. Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (27/2/2026), tak hanya menjatuhkan hukuman penjara yang panjang, tapi juga denda sebesar Rp1 miliar.
Hakim Ketua Fajar Kusuma Aji memberi waktu satu bulan bagi Kerry untuk melunasi dendanya. "Waktu dapat diperpanjang paling lama 1 bulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap," tegasnya di Gedung PN Jakpus.
Kalau denda itu tak kunjung dibayar dalam tenggat waktu, ancamannya jelas: kekayaan terpidana bakal disita dan dilelang. Tapi bagaimana jika hasil lelangnya ternyata tak cukup?
"Dalam hal hasil penyitaan atau pelelangan kekayaan atau pendapatan tidak cukup atau tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, pidana denda yang tidak dibayar tersebut diganti dengan pidana penjara selama 190 hari,"
Begitu penjelasan hakim, menegaskan bahwa jalan keluar dari denda itu nyaris tak ada.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp6.000 per Gram, Disertai Rincian Pajak Jual-Beli
Ibas Sebut Irigasi Rusak Ancam Kedaulatan Pangan Nasional
Bareskrim Tangkap Bandar Sabu Buronan NTB yang Hendak Kabur ke Malaysia
Kecelakaan Beruntun di Sumedang Pagi Buta, Delapan Orang Luka-luka