Wamenko Polkawil Tinjau Progres 106 Unit Huntap untuk Korban Banjir Aceh Utara

- Jumat, 27 Februari 2026 | 08:00 WIB
Wamenko Polkawil Tinjau Progres 106 Unit Huntap untuk Korban Banjir Aceh Utara
Tinjauan Pembangunan Huntap untuk Korban Banjir Aceh Utara

Kabut pagi masih menyelimuti Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, ketika Lodewijk Freidrich Paulus tiba. Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan itu datang untuk melihat langsung progres pembangunan 106 unit bangunan. Proyek yang terdiri dari 104 Hunian Tetap, satu masjid, dan sebuah balai pertemuan ini memang diperuntukkan bagi warga yang rumahnya hanyut diterjang banjir.

“Kita bekerja untuk masyarakat Aceh Utara yang terkena musibah,” ujar Lodewijk, Jumat (27/2/2026), menatap deretan pondasi yang mulai berdiri.

Ia menegaskan, tujuannya bukan sekadar menyediakan atap. “Kita bekerja supaya masyarakat yang terkena musibah ini bisa kembali kepada kehidupan normal. Tidak hanya mereka diberikan huntap, tetapi termasuk bagaimana kehidupan mereka sebagai nelayan dapat kembali normal.”

Kunjungannya ke desa itu bukan sekadar seremonial. Menurutnya, ini adalah bagian dari komitmen nyata. Negara, katanya, harus memastikan proses rehabilitasi pasca bencana berjalan terarah dan benar-benar bermanfaat.

“Negara tidak hanya hadir pada saat tanggap darurat,” tegas Lodewijk. Ia melanjutkan, kehadiran negara harus berlanjut hingga masyarakat bisa hidup secara bermartabat dan produktif. “Oleh karena penyediaan hunian tetap, masjid, dan balai desa yang layak menjadi langkah strategis untuk memutus mata rantai kerentanan tersebut.”

Di sisi lain, ia mengajak semua pihak yang terlibat untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab. Integritas dan profesionalisme, menurutnya, adalah kunci. Pembangunan ini harus menjadi simbol. Bukan cuma simbol batu dan semen, tapi simbol komitmen negara melindungi rakyatnya. Membangun kembali kehidupan, memperkuat ketahanan warga, dan menjaga stabilitas Aceh agar tetap damai.

“Jadikan keberhasilan program ini sebagai contoh praktik baik,” harapnya. Ia membayangkan, nantinya Kuala Cangkoy bisa jadi percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang juga terdampak bencana.

Dalam kesempatan itu, Lodewijk juga menyampaikan apresiasi. Terima kasihnya ditujukan kepada Bupati Aceh Utara, Danrem 011/Lilawangsa, Forkopimda setempat, dan semua pihak yang telah mendukung program ini dari awal.

Rombongan Wamenko Polkam sendiri tampak lengkap. Ia didampingi oleh Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan dan Deputi Bidang Koordinasi Politik dalam Negeri Mayjen TNI Heri Wiranto, beserta jajaran lainnya.

Sementara itu, dari pihak militer, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran menyambut baik program ini. Rasa syukarnya tak terbendung.

“Kami mengucapkan terima kasih kapada Kemenko Polkam yang telah memberikan Huntap kepada masyarakat Aceh Utara,” kata Ali Imran.

Ia pun berjanji untuk terus mendukung. “Kami juga siap membantu proses pembangunan dan penghijauan di Desa Kuala Cangkoy ini hingga mereka dapat tinggal dan beraktifitas normal kembali.”

Suara mesin konstruksi kembali terdengar, mengisi udara Kuala Cangkoy. Sebuah tanda bahwa kehidupan, perlahan-lahan, memang sedang dibangun kembali dari reruntuhan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar