Israel Tolak Turki di Gaza! Ini Syarat Ketat yang Harus Dipatuhi Negara Pengirim Pasukan

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:50 WIB
Israel Tolak Turki di Gaza! Ini Syarat Ketat yang Harus Dipatuhi Negara Pengirim Pasukan

Israel Beri Syarat Khusus untuk Negara Pengirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Israel menetapkan persyaratan ketat bagi negara-negara yang ingin bergabung dalam misi pasukan penjaga perdamaian di Jalur Gaza. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyusul penolakan terhadap partisipasi militer Turki dalam operasi tersebut.

Syarat Utama Negara Peserta Misi Perdamaian Gaza

Menlu Israel menegaskan bahwa hanya negara dengan sikap "seimbang terhadap Israel" yang dapat diterima dalam pasukan penjaga perdamaian. Persyaratan ini mencakup penolakan terhadap negara-negara yang dinilai memiliki kebijakan permusuhan terhadap Tel Aviv.

"Negara-negara yang bersedia mengirim pasukan bersenjata harus bersikap seimbang terhadap Israel. Mereka mungkin tidak diwajibkan mendukung Israel, tapi tidak boleh bersikap bermusuhan," tegas Saar, seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (28/10/2025).

Penolakan Israel Terhadap Keterlibatan Turki

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas kesediaan Ankara untuk mengirim pasukan dalam misi penjaga perdamaian Gaza. Israel secara tegas menolak partisipasi Turki dengan alasan negara tersebut telah menunjukkan sikap permusuhan selama dua tahun terakhir, baik melalui langkah diplomatik maupun ekonomi.

"Turki telah menjalankan kebijakan permusuhan terhadap Israel, termasuk dalam langkah-langkah terkait perang di Gaza. Tidak masuk akal mengizinkan pasukan bersenjata mereka memasuki Gaza," jelas Saar.

Latar Belakang Misi Penjaga Perdamaian Gaza

Misi penjaga perdamaian merupakan bagian integral dari rencana perdamaian Gaza yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump. Rencana ini telah disetujui oleh Israel dan Hamas, serta disahkan melalui Deklarasi Perdamaian Gaza yang ditandatangani pada 13 Oktober lalu.

Deklarasi tersebut melibatkan beberapa pemimpin dunia, termasuk Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Kesepakatan ini menandai dimulainya gencatan senjata tahap pertama antara Israel dan Hamas.

Implikasi Kebijakan Israel pada Masa Depan Misi

Dengan persyaratan ketat yang diterapkan Israel, keterlibatan beberapa negara seperti Turki dalam misi penjaga perdamaian Gaza kini dipertanyakan. Keputusan Israel ini telah disampaikan secara resmi kepada Amerika Serikat sebagai sekutu utama mereka.

Misi pasukan penjaga perdamaian internasional dirancang untuk memastikan stabilitas dan mengawasi proses rekonstruksi Gaza, dengan beberapa negara termasuk Qatar, Indonesia, dan Malaysia telah menyatakan kesiapan berpartisipasi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar