Kabar mengejutkan datang dari perbatasan yang memanas. Pasukan Afghanistan diklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur F-16 milik Pakistan yang disebut memasuki wilayah udaranya. Laporan ini pertama kali beredar lewat Tolo News, media terkemuka di Afghanistan.
Namun begitu, pihak Pakistan langsung membantah. Mereka mengonfirmasi memang ada serangan yang dilancarkan, tetapi targetnya adalah kelompok militan. Yang jelas, kata mereka, tidak ada satu pun pesawat mereka yang hilang atau jatuh. Klaim dari Kabul ini, seperti dilaporkan NDTV, masih sulit diverifikasi secara independen.
Di tengah simpang siur pernyataan resmi, sebuah video justru ramai di media sosial. Video itu memperlihatkan bangkai pesawat terbakar hebat. Narasinya menyebut-nyebut itu adalah jet F-16 Pakistan yang berhasil dijatuhkan Taliban. Suasana mencekam terlihat jelas.
Dalam rekaman yang belum terverifikasi itu, terlihat puing-puing dengan nomor seri 85510. Sebuah bendera Pakistan juga tampak dilukis di dekat sirip vertikalnya. Tapi ada yang janggal. Bentuk dan ukuran pesawat dalam video itu, menurut sejumlah pengamat, tidak terlalu mirip dengan sosok ramping F-16 yang dikenal.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Latar belakangnya adalah serangkaian serangan udara Pakistan di wilayah Afghanistan. Serangan ini, menurut juru bicara pemerintah Afghanistan, menyasar beberapa area termasuk ibu kota Kabul, serta provinsi Kandahar dan Paktia. Kabul sendiri melaporkan ledakan-ledakan besar terdengar di pusat kota.
Di sisi lain, klaim korban jiwa dari kedua belah pihak sama sekali berbeda. Pihak Afghanistan menyatakan tidak ada laporan korban meninggal dari serangan udara Pakistan itu.
Tapi pernyataan dari Islamabad jauh lebih keras dan merusak.
Mosharraf Zaidi, juru bicara Perdana Menteri Pakistan, dengan tegas menyebut serangan balasan mereka telah menewaskan 133 tentara Afghanistan. Tidak hanya itu, lebih dari 200 orang lainnya disebut mengalami luka-luka.
Narasi yang saling bertolak belakang ini meninggalkan banyak tanda tanya. Satu hal yang pasti: ketegangan di perbatasan kedua negara kembali memuncak, sementara kebenaran sesungguhnya mungkin masih tersembunyi di antara asap ledakan dan klaim yang saling silang.
Artikel Terkait
Berkas Perkara Ijazah Palsu Lima Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI
Iran Buka Akses Penuh Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata Lebanon Berlangsung
Kedatangan Patrick Kluivert ke Jakarta Banjir Sambutan, Latihan Barcelona Legends Terganggu
Kemenkes Luncurkan Sistem Pelabelan Nutri-Level untuk Kendalikan Gula, Garam, dan Lemak