Program Makan Bergizi Gratis di daerah 3T masih belum berjalan mulus. Itulah kenyataan yang diungkapkan Kadin Indonesia, yang menantikan kepastian operasional untuk mitra-mitranya di lapangan. Padahal, sejak awal 2026 program ini sudah direncanakan.
Menurut Chandra Tirta Wijaya, Kepala Satgas MBG Kadin, pelaksanaannya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal itu belum maksimal. Padahal, mereka punya mitra yang siap. Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia atau Gapembi, misalnya, sudah mengoperasikan sekitar 700 dapur MBG di seluruh Indonesia. Sebagian besar justru berada di wilayah 3T.
Namun begitu, kendala utama justru datang dari teknis pelaksanaan di lapangan. Chandra mengeluhkan pedoman teknis atau juknis yang tak jelas dan berubah-ubah.
"Sampai sekarang kami enggak tahu siapa Kasatgas-nya, kami ditugaskan di 500 titik. Kami siap, bersama TNI dan Polri," ujarnya.
"Tapi kendalanya pertama masalah juknis yang tidak jelas, bolak-balik gitu. Teman-teman baru running ketika juknis sudah jelas yaitu bulan Juni," tambahnya dalam acara 'MBG Future' di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Jumat malam lalu.
Artikel Terkait
Anindya Bakrie Soroti Dumping dan Impor Ilegal sebagai Tantangan Ekspor Tekstil Bebas Bea ke AS
Afghanistan Klaim Tembak Jatuh F-16 Pakistan, Islamabad Bantah dan Sebut Serang Militan
DPR Desak Kemnaker dan Kemenhub Awasi Ketat Penyaluran THR Pekerja Ojol
Demiane Agustien, Bintang Muda Arsenal Berdarah Indonesia, Buka Peluang Bela Timnas Garuda