Rabu dini hari tadi, Stadion King Abdullah Sports City jadi saksi sebuah drama sepak bola yang luar biasa. Al-Ittihad FC berhasil mengunci tiket ke babak berikutnya Liga Champions AFC, tapi mereka harus berjuang mati-matian melawan Al Wahda FC hingga detik-detik terakhir. Skor tipis 1-0, yang baru lahir di menit ke-120 plus 10, cukup menggambarkan betapa sengitnya duel ini.
Gol penentu itu datang dari titik putih. Fabinho, dengan mental baja, maju sebagai algojo. Tendangannya sempurna, merobek jala gawang Al Wahda dan sekaligus mengakhiri ketegangan yang sudah berlangsung lebih dari dua jam. Suasana di tribun langsung meledak. Para pemain Al-Ittihad pun berhamburan merayakannya, melepas semua beban yang menumpuk sepanjang laga.
Dua Babak yang Sama-Sama Sengit
Dari awal, kedua tim tak mau saling menguji. Mereka langsung main terbuka. Al-Ittihad berusaha mengendalikan ritme lewat penguasaan bola, sementara Al Wahda terlihat sangat berbahaya setiap kali melancarkan serangan balik. Beberapa peluang sempat tercipta di kedua sisi, sayangnya, baik finishing maupun penyelamatan kiper membuat papan skor tak berubah hingga jeda.
Memasuki babak kedua, intensitas malah makin menjadi. Al-Ittihad terus menekan, tapi pertahanan Al Wahda kokoh bagai benteng. Pertandingan jadi kasar, diwarnai pelanggaran dan kartu kuning. Emosi pemain dan pelatih di pinggir lapangan pun ikut memanas. Namun begitu, setelah 90 menit, gol yang dinanti tetap tak kunjung datang. 0-0.
Babak Tambahan Penuh Drama
Di extra time, kelelahan jelas terlihat. Tapi justru di saat-saat seperti ini, konsentrasi dan mental diuji. Wasit sibuk mengeluarkan kartu, meredam insiden, sementara kedua tim masih berupaya mencari celah. Pertandingan seperti mengarah ke adu penalti yang mencekam.
Artikel Terkait
Atlético Madrid Lolos ke Semifinal Liga Champions Usai Tekuk Barcelona
Muadzin di Pasuruan Jadi Korban Pencurian Motor Saat Hendak Azan Subuh
Liverpool Hadapi PSG di Anfield dengan Tekanan Agregat 0-2 dan Absennya Alisson
Polisi Jateng Gerebek Pengeboran Minyak Ilegal di Blora dan Rembang, Tiga Otak Diamankan