Malam ini di Madrid, segalanya dipertaruhkan untuk Barcelona. Tim Catalan itu datang ke markas Atlético Madrid dengan beban kekalahan 0-2 di leg pertama. Bukan cuma angka, tapi juga keyakinan yang terkoyak. Peluang mereka untuk melangkah lebih jauh, menurut perhitungan komputer, cuma sekitar 20 persen. Singkatnya, mereka butuh sesuatu yang luar biasa. Bukan sekadar menang.
Nah, situasinya makin pelik. Coba bayangkan: jika Atletico, di kandang sendiri, mencetak satu gol saja, maka Barcelona harus membalas dengan empat gol. Tugas yang nyaris mustahil, apalagi di hadapan tim sekeras baja bentukan Diego Simeone. Pertahanan mereka terkenal bengis, serangan baliknya seperti pisau belati. Duet Griezmann dan Álvarez siap jadi algojo yang mengakhiri petualangan Eropa Blaugrana musim ini.
Di sisi lain, harapan terakhir Barcelona bertumpu pada dua nama. Marcus Rashford, yang diharapkan bisa membawa pengalaman dan ketajaman momen pentingnya. Lalu ada Lamine Yamal, si bocah ajaib yang punya keberanian untuk mengacak-acak pertahanan lawan.
Kalau keduanya bisa bersinar, siapa tahu keajaiban terjadi. Tapi kalau tidak? Ya, tamat sudah. Musim Eropa mereka berakhir dengan pilu di Madrid.
Artikel Terkait
Al-Ittihad Lolos ke Babak Berikutnya Liga Champions AFC Berkat Penalti Fabinho di Menit Akhir
Liverpool Hadapi PSG di Anfield dengan Tekanan Agregat 0-2 dan Absennya Alisson
Polisi Jateng Gerebek Pengeboran Minyak Ilegal di Blora dan Rembang, Tiga Otak Diamankan
Keluarga Bripda Natanael Desak Penyidikan Tuntas Usai Ditemukan Tewas dengan Luka Lebam di Mess Polda Kepri