Iran Tuding AS Beralih ke Perang Ekonomi dan Kognitif setelah Gagal di Medan Tempur

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:00 WIB
Iran Tuding AS Beralih ke Perang Ekonomi dan Kognitif setelah Gagal di Medan Tempur

Kementerian Intelijen Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mengubah strategi perangnya terhadap Teheran, dari konfrontasi fisik menjadi tekanan ekonomi dan perang kognitif. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (30/5/2026), Iran mengeklaim bahwa Washington kini menggunakan pendekatan nonmiliter setelah dinilai gagal mencapai tujuannya melalui peperangan langsung.

Menurut Kementerian Intelijen Iran, strategi baru Amerika Serikat mencakup berbagai cara, seperti tekanan ekonomi, serangan siber, penyelundupan senjata, pembunuhan, hingga kampanye media yang bertujuan memusuhi Iran. Langkah-langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya untuk melemahkan Republik Islam dari dalam negeri.

“Musuh yang kalah di medan perang kini telah mengalihkan fokus ke perang lunak, perang kognitif, dan provokasi sosial,” demikian bunyi pernyataan Kementerian Intelijen Iran.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, meskipun negosiasi damai antara kedua negara masih terus berlangsung. Iran juga memperingatkan akan menindak tegas setiap aktivitas mata-mata maupun gerakan separatisme yang terjadi di dalam wilayahnya.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali melontarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat. Militer Iran menegaskan bahwa pantai-pantai di wilayahnya akan menjadi kuburan bagi pasukan Amerika jika terjadi agresi baru.

Wakil Kepala Urusan Politik Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh, menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya perang lanjutan melawan Amerika Serikat sebenarnya kecil. Menurutnya, kekuatan Washington telah melemah setelah konflik yang berlangsung hampir 40 hari.

“Kemungkinan perang rendah karena kelemahan musuh, tapi angkatan bersenjata sedang menunggu,” kata Akbarzadeh.

Dia menegaskan bahwa Iran siap menghadapi setiap bentuk serangan maupun pengkhianatan terhadap perjanjian damai yang sedang dinegosiasikan. “Jangan ragu, kami akan mengubah wilayah dari Chabahar hingga Mahshahr menjadi kuburan bagi para agresor,” ujarnya, merujuk pada dua ujung pantai selatan Iran.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar