Momen kontroversial mewarnai laga kualifikasi Liga Champions antara Crvena Zvezda dan Hapoel Ber Sheva yang digelar di lapangan netral Hungaria. Pada menit ke-58, pemain Hapoel Ber Sheva, Matan Baltaksa, harus menerima kartu merah setelah wasit memberikan dua kartu kuning secara beruntun dalam waktu nyaris bersamaan.
Kejadian bermula dari pelanggaran Baltaksa terhadap Bukari yang langsung dihadiahi kartu kuning oleh wasit asal Spanyol, Jesus Gil Manzano. Belum genap dua detik berselang, Baltaksa kembali melanggar keras pemain lawan, Seol, sehingga wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua yang otomatis berujung pada kartu merah.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari para pemain Hapoel Ber Sheva. Meski demikian, wasit tetap pada pendiriannya. Konsekuensinya, tim asuhan mereka harus bermain dengan sepuluh pemain untuk sisa waktu pertandingan, sebuah pukulan telak yang mempersulit upaya mempertahankan keunggulan.
Dengan keunggulan jumlah pemain, Crvena Zvezda pun mendapat peluang lebih besar untuk menekan dan membalikkan keadaan. Situasi ini jelas mengubah dinamika pertandingan, apalagi laga berlangsung di tempat netral yang biasanya tidak menguntungkan tuan rumah.
Wasit menjelaskan bahwa kartu kuning pertama diberikan atas pelanggaran terhadap Bukari, sedangkan kartu kedua akibat pelanggaran keras pada Seol. Kejadian ini tidak hanya menambah tensi pertandingan, tetapi juga menjadi titik balik yang krusial dalam perjalanan kedua tim di ajang kualifikasi Liga Champions.
Artikel Terkait
Ribuan Suporter Crvena Zvezda Mewarnai Kota Sombatelj di Laga Kualifikasi Liga Champions
Crvena Zvezda Hadapi Hapoel Ber Sheva di Laga Kualifikasi Liga Champions