Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tepatnya di depan Sate PSK, mengalami amblas pada Jumat (29/5) pagi. Peristiwa ini mengakibatkan kemacetan panjang di ruas jalan yang menghubungkan Jakarta menuju Depok tersebut.
Informasi awal mengenai kejadian ini disampaikan oleh TMC Polda Metro Jaya melalui akun media sosialnya pada pukul 05.33 WIB. “Diimbau kepada masyarakat pengguna jalan dari Jakarta menuju Depok untuk berhati-hati ketika melintas,” demikian bunyi unggahan tersebut. Titik amblas berada tepat di tengah lajur, sehingga hanya dua dari tiga lajur yang sempat dapat dilalui kendaraan sebelum akhirnya rekayasa lalu lintas diterapkan.
Kepadatan parah terjadi pada pagi hari, terutama dari arah utara ke selatan atau dari Pasar Minggu menuju Depok. Rekaman yang diunggah TMC Polda Metro Jaya memperlihatkan kendaraan harus merayap pelan saat mendekati lokasi lubang. Petugas Satlantas Jakarta Selatan kemudian melakukan rekayasa dengan menutup dua lajur dari arah Jakarta menuju Depok, menyisakan hanya satu lajur yang bisa dilintasi pengendara. “Situasi terkini arus lalu lintas di Jl Raya Lenteng Agung Jakarta Selatan akibat jalan amblas terpantau ramai cenderung padat,” tulis TMC Polda Metro Jaya dalam pembaruan situasi.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB, kemacetan terpantau mulai dari kawasan Tapal Kuda Lenteng Agung. Pengendara terlihat mengurangi kecepatan saat mendekati titik amblas. Lubang yang terbentuk memiliki kedalaman sekitar tiga meter dengan lebar mencapai lima meter. Area tersebut telah dipasangi garis polisi, barrier, traffic cone, serta garis kuning sebagai tanda batas aman. Selain itu, petugas juga menandai lokasi dengan tanda silang menggunakan cat semprot. Dari dalam lubang, tampak jelas saluran air yang sebelumnya tertutup oleh lapisan aspal. Bekas tambalan juga terlihat di sekitar area yang amblas.
Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan mengungkapkan bahwa peristiwa ini terjadi secara bertahap sejak Rabu (27/5) malam. Kasudin Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, menjelaskan bahwa laporan pertama kali diterima dari warga dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). “Pada Rabu 27 Mei malam tim SDBM Jakarta Selatan mendapat laporan dari warga dan salah seorang petugas PPSU bahwa jalan ambles dan kondisinya agak dalam,” ujarnya saat dihubungi pada Jumat (29/5).
Karena kondisi sudah malam, pemantauan baru dilakukan pada Kamis (28/5) pagi. Setibanya di lokasi, tim Bina Marga langsung melakukan penanganan awal menggunakan coldmix untuk menjaga keamanan pengguna jalan. Namun, setelah penanganan awal, tim Sumber Daya Air (SDA) yang datang untuk memeriksa saluran air menemukan bahwa bagian bawah jalan ternyata sudah kopong. “Dari hasil pemantauan tim di lapangan diketahui bahwa kondisi di bawah jalan memang sudah kopong sehingga perlu penanganan serius oleh pihak SDA,” kata Rifki.
Pemantauan kembali dilakukan pada Kamis sore. Saat itu, kondisi jalan kembali mengalami amblas dan retak meskipun sebelumnya sudah diperbaiki. Bina Marga kemudian memasang water barrier untuk mengamankan lokasi dan meminimalisir risiko kecelakaan. Tak lama setelahnya, tepat pada Kamis malam, jalan amblas total dan melebar hingga memakan dua lajur. Dampaknya, arus lalu lintas di kawasan Lenteng Agung mengalami kepadatan yang signifikan.
Rifki menambahkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi, pihak SDA akan menangani kerusakan crossing saluran air yang diduga menjadi penyebab utama amblasnya jalan. “Setelah perbaikan gorong-gorongnya selesai, kami dari Bina Marga segera melakukan perbaikan jalan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Zelensky Peringatkan Warga Ukraina akan Serangan Besar-besaran Rusia yang Akan Datang
Jalan Kaki dari Stasiun Tugu, Wisatawan Bisa Jelajahi Lima Destinasi Ikonik Yogyakarta
Astra Agro Raih Penghargaan CSR 2026 Berkat Program Berkelanjutan di Empat Pilar
Pemuda di Bekasi Habisi Keponakan Balita dengan Pisau, Tersangka Akui Terganggu Tangisan Korban