Gangguan pasokan batu bara mulai mengancam roda industri semen dalam negeri. Kalau dibiarkan berlarut, bukan tidak mungkin produksi di sejumlah pabrik bakal terhenti total. Situasinya memang sudah kritis.
Menurut Lilik Unggul Raharjo, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), masalah utamanya ada di proses perizinan. RKAB atau Rencana Kerja dan Anggaran Biaya dari para pemasok batu bara ternyata belum sepenuhnya disetujui pemerintah. Akibatnya, pasokan pun tersendat.
Dampaknya langsung terasa di lapangan. Beberapa pabrik terpaksa menghentikan operasinya. Sebut saja PT Solini Bangun Indonesia di Cilacap dan juga di Tuban. Itu baru permulaan.
Lilik mengungkapkan hal itu dalam acara Halal Bi Halal ASPERSSI di Jakarta, Selasa lalu.
Data internal asosiasi per akhir Maret lalu cukup mengkhawatirkan. Stok batu bara yang tersisa rata-rata cuma cukup untuk bertahan sampai pertengahan April ini. Artinya, waktu mereka benar-benar mepet.
Artikel Terkait
BRIN Peringatkan Bahaya Ikan Sapu-Sapu: Invasif dan Berpotensi Mengandung Logam Berat
UI Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa FH, Ancaman Sanksi DO
KPK Tangkap Bupati Tulungagung, Korupsi Kepala Daerah Masih Jadi Tren
Trump Unggah Gambar AI Dirinya sebagai Yesus, Picu Kontroversi Baru