Rencana penggabungan BUMN logistik yang digagas Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai menemukan bentuknya. Dan siapa yang akan jadi penggerak utama? PT Pos Indonesia (Persero) menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran strategis itu.
Menurut Direktur Utama Pos Indonesia, Daud Joseph, kolaborasi antar-BUMN adalah kunci. Tanpa itu, mustahil menciptakan sistem logistik nasional yang benar-benar efisien dan punya daya saing kuat.
"Kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan logistik yang efisien dan berdaya saing,"
tegas Daud dalam keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).
Dia melanjutkan, konsolidasi ini bukan sekadar merger biasa. Tujuannya jelas: memperkuat koordinasi antar perusahaan pelat merah. Dengan begitu, kapasitas yang selama ini mungkin tumpang-tindih atau belum maksimal bisa dioptimalkan.
"Harapannya, langkah ini dapat mengoptimalkan kapasitas, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperkuat daya saing logistik nasional,"
katanya menambahkan.
Lanskap BUMN logistik sendiri cukup ramai. Beberapa nama yang bergerak di sektor ini antara lain PT Multi Terminal Indonesia, PT Prima Indonesia Logistik, sampai PT Krakatau Jasa Logistik dan PT Berdikari Logistik Indonesia. Belum lagi PT Pos Logistik Indonesia, PT Sarana Bandar Logistik, PT KBN Prima Logistik, serta PT Varia Usaha Dharma Segara. Cukup banyak, bukan?
Nah, di tengah kerumunan itu, Pos Indonesia punya modal kuat. Jaringannya terluas, tak terbantahkan. Lebih dari 4.000 kantor pos berdiri, didukung puluhan ribu agen yang akarnya sampai ke kecamatan dan desa-desa. Infrastruktur distribusi yang menjangkau pelosok negeri ini jadi keunggulan utama mereka.
Tak cuma itu. Jaringan mereka diperkuat armada transportasi darat, laut, dan udara yang sudah terintegrasi. Sistem ini memungkinkan pengiriman barang berjalan lebih cepat dan efisien. Bahkan untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil sekalipun, yang sering jadi tantangan besar dalam logistik Indonesia.
Jadi, langkah ini jelas bukan sekadar wacana. Dengan aset dan pengalaman yang dimiliki, Pos Indonesia siap menginjak gas.
Artikel Terkait
Puncak Ibadah Haji di Mina Berakhir, Seluruh Jamaah Indonesia Kembali ke Hotel di Makkah
Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun
Fase Puncak Ibadah Haji di Mina Berakhir, Seluruh Jemaah Indonesia Kembali ke Makkah dengan Lancar
Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni 2026, PPIH Diminta Jaga Pelayanan dan Empati