Mahasiswa ITS Rancang Halte Transjakarta Masa Depan, Bakal Diwujudkan 2026

- Sabtu, 22 November 2025 | 11:36 WIB
Mahasiswa ITS Rancang Halte Transjakarta Masa Depan, Bakal Diwujudkan 2026
Prestasi Mahasiswa ITS

Beberapa waktu lalu, ada kabar membanggakan dari kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Tim mahasiswa dari Departemen Arsitektur berhasil menyabet Juara II dalam ajang Transjakarta BRT Station Design Competition. Kompetisi ini digelar oleh PT Transportasi Jakarta untuk mencari desain halte masa depan yang modern, inklusif, dan tak lupa, punya karakter budaya Betawi.

Lebih dari 200 tim mahasiswa arsitektur dari berbagai penjuru tanah air ikut meramaikan sayembara ini. Mereka ditantang untuk merancang halte di tiga lokasi berbeda: Lebak Bulus, Taman Sari, dan Mampang Prapatan. Yang menarik, desain para pemenang rencananya bakal diwujudkan sebagai halte percontohan pada tahun 2026 nanti.

Setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat, Tim Vesta Fora dari Arsitektur ITS akhirnya berhasil mencatatkan namanya sebagai Juara II untuk kategori Halte Taman Sari. Tim ini diketuai oleh Nabil Malik Ibrahim, dengan anggota Naurah Qatrunnada R dan M Raihan Adhika P.

Mereka mengusung sebuah konsep yang cukup menarik, bertajuk "Simpul Kota Budaya dan Mobilitas Jakarta".

"Konsep tersebut melihat halte bukan hanya sebagai titik naik-turun penumpang, melainkan simpul yang menghubungkan beragam aktivitas urban di kawasan sekitarnya," papar Nabil, Sabtu (22/11).

Nabil menjelaskan, mereka menerapkan pendekatan berbasis konteks dengan cara menyatukan dua massa bangunan yang melintas di atas sungai. Yang tak kalah penting, mereka juga berusaha menjaga kelestarian dinding Kali Batang Hari yang termasuk objek konservasi. Semua ini diwujudkan lewat pemilihan sistem struktur yang dirancang hati-hati agar tidak merusak elemen eksisting kawasan.

Aspek inklusivitas juga jadi prioritas utama. Mereka menggunakan ramp di area halte dan lift pada jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk memastikan aksesibilitas universal. “Termasuk bagi penyandang disabilitas dan lansia,” imbuh mahasiswa angkatan 2022 ini.

Desain mereka juga merespons iklim tropis Jakarta. Elemen seperti kanopi, perforated panel, dan ventilasi alami berfungsi ganda: melindungi dari panas dan menghadirkan kenyamanan termal. Perforated panel tak cuma fungsional, tapi juga memberi nuansa fasad yang ringan dan transparan.

Di sisi lain, kekayaan budaya Betawi hadir secara subtil namun kuat. Mereka menggunakan pagar langkan khas Betawi, teras, tegel Betawi, serta motif batik Betawi pada perforated panel.

"Elemen-elemen tersebut memperkuat karakter visual halte tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai fasilitas transportasi umum modern," ujar Nabil.

Prestasi ini benar-benar menunjukkan kemampuan mahasiswa ITS dalam merancang solusi arsitektur yang inovatif, responsif terhadap lingkungan, dan yang paling utama, mengutamakan kenyamanan pengguna. Jika desain "Simpul Kota" ini benar-benar direalisasikan oleh Transjakarta pada 2026, karya ini akan menjadi kontribusi nyata mereka dalam membentuk masa depan ruang publik dan transportasi Jakarta yang lebih manusiawi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar