AS Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Pasukan Tetap Siaga Penuh

- Rabu, 22 April 2026 | 09:45 WIB
AS Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Pasukan Tetap Siaga Penuh

Donald Trump baru saja mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Tapi, jangan dulu berasumsi situasi di lapangan mereda. Pasukan AS di bawah komando CENTCOM justru tetap siaga penuh. Bahkan, status siaga itu ditegaskan tidak lama setelah pengumuman presiden.

Lewat sebuah unggahan di media sosial, CENTCOM menyatakan kesiapan pasukannya. Pesan itu dilengkapi klip video yang cukup garang: menampilkan pesawat tempur, kapal perang, dan prajurit yang berjaga. Nuansanya jelas: siap tempur.

Dalam konferensi pers terbaru, Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper hadir bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Pidatonya tegas dan penuh keyakinan.

"Kami sedang mempersenjatai kembali. Memperbarui peralatan, dan menyesuaikan taktik, teknik, serta prosedur kami," ujar Cooper, seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (22/4/2026).

"Tidak ada militer di dunia yang menyesuaikan diri seperti kami. Dan itulah yang sedang kami kerjakan sekarang, bahkan selama masa gencatan senjata ini," sambungnya.

Di sisi lain, pengumuman Trump memang berisi dua hal yang tampak bertolak belakang. Di satu sisi, gencatan senjata diperpanjang. Namun di sisi lain, presiden AS itu tetap bersikeras melanjutkan blokade pelabuhan Iran.

"Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu," kata Trump dalam pernyataannya.

Respons dari Iran pun datang cepat. Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, langsung menepis arti pengumuman Trump itu. Bagi Teheran, langkah Washington itu tak ada nilainya.

"Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa," tegas Mohammadi kepada CNN.

Lebih jauh, Mohammadi menilai ini semua cuma taktik. Menurutnya, AS sengaja mengulur waktu sebelum akhirnya melancarkan serangan mendadak ke wilayah Iran.

"Ini jelas strategi mengulur waktu untuk serangan dadakan. Saatnya bagi Iran untuk mengambil inisiatif sendiri sudah tiba," pungkasnya. Situasinya tetap tegang, meski kata "gencatan senjata" terus disebut-sebut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar