Presiden Prabowo Minta Pejabat Tak Gelar Open House Mewah Menjelang Lebaran 2026

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 02:15 WIB
Presiden Prabowo Minta Pejabat Tak Gelar Open House Mewah Menjelang Lebaran 2026

JAKARTA – Dalam sidang kabinet yang digelar Jumat lalu, Presiden Prabowo Subianto punya pesan khusus untuk para pejabatnya. Menyambut Lebaran 2026 nanti, dia meminta agar acara open house tak diselenggarakan secara berlebihan. "Jangan terlalu mewah-mewahan," tegasnya di Istana Negara.

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Menurut Prabowo, di tengah banyaknya warga yang masih berjuang pascabencana, pemerintah wajib memberi teladan soal kesederhanaan. Sikap ini, katanya, adalah bentuk empati nyata.

"Kita juga harus memberi contoh, open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan,"

ujar Prabowo di hadapan para menteri.

"Saudara kita di daerah bencana, dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat," tambahnya lagi.

Namun begitu, Presiden tak serta merta melarang semua kegiatan. Dia paham betul bahwa tradisi silaturahmi seperti open house punya dampak ekonomi yang riil. Menghentikannya total justru bisa mematikan denyut perekonomian di level akar rumput.

"Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara. Kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan," jelasnya.

Pesan untuk berhemat ini rupanya juga terkait dengan kekhawatiran yang lebih luas. Prabowo menyoroti situasi global yang sedang panas, terutama di Eropa dan Timur Tengah. Konflik di kawasan-kawasan itu, menurutnya, berpotensi mendongkrak harga minyak dunia. Dan naiknya harga BBM, ujung-ujungnya bakal bikin harga pangan ikut meroket.

"Ini tentunya memberi dampak kepada kita," katanya mengenai gejolak geopolitik tersebut.

Meski mengakui Indonesia dalam kondisi yang relatif stabil, Prabowo menekankan bahwa kewaspadaan dan langkah proaktif tetap penting. Pemerintah, sebutnya, sudah menyiapkan sejumlah rencana untuk mengamankan stok pangan dan mempercepat program di sektor energi. Tapi itu saja belum cukup.

"Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun terjadi kita aman. Kita bersyukur kita aman, tapi kita harus tetap mengurangi konsumsi BBM kita," pungkas Presiden. Intinya, bersikap sederhana sekarang bukan cuma soal teladan, tapi juga langkah antisipatif untuk menghadapi ketidakpastian global.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar