CAS Izinkan Tujuh Naturalisasi Malaysia Main Lagi, Hukuman FIFA Ditangguhkan

- Selasa, 27 Januari 2026 | 06:15 WIB
CAS Izinkan Tujuh Naturalisasi Malaysia Main Lagi, Hukuman FIFA Ditangguhkan

Kabar mengejutkan datang dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang sebelumnya dihukum FIFA, akhirnya diizinkan kembali turun ke lapangan. Izin ini bersifat sementara, menunggu keputusan final dari CAS nanti. Intinya, hukuman larangan bermain selama setahun itu ditangguhkan dulu.

Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) langsung mengeluarkan pernyataan resmi. “FAM menginformasikan CAS mengabulkan permohonan pengangguhan pelaksanaan yang diajukan kepada tujuh pemain tim nasional, yakni Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel,” begitu bunyi rilis mereka, Selasa (27/1/2026).

Artinya apa? Untuk sementara waktu, larangan total bermain sepakbola yang dijatuhkan FIFA kepada ketujuh pemain itu dicabut. Mereka bisa kembali berlatih, bertanding, dan menjalani aktivitas normal sebagai pesepakbola. Semua itu berlaku sampai CAS memutuskan hasil banding secara definitif.

Ini tentu jadi angin segar setelah sebelumnya FIFA memberikan hukuman yang cukup berat. Bukan cuma soal denda. FIFA juga menjatuhkan sanksi larangan bermain satu tahun bagi Figueiredo dan kawan-kawan di semua level kompetisi. Parahnya lagi, tiga pertandingan Malaysia melawan Singapura, Palestina, dan Cape Verde dinyatakan kalah WO 0-3 oleh FIFA. Alasannya, saat laga-laga itu digelar, Malaysia menurunkan pemain-pemain yang status kewarganegaraannya dipertanyakan.

Menghadapi situasi itu, FAM jelas tidak tinggal diam. Mereka pun mengajukan banding ke CAS. Upaya itu tidak hanya sekadar meminta penangguhan hukuman, tapi juga disertai pengumpulan berbagai dokumen. Tujuannya, untuk membuktikan bahwa para pemain seperti Garces dan kawan-kawan memang memiliki ikatan darah Malaysia yang sah.

Namun begitu, perjuangan FAM dan ketujuh pemainnya belum usai. Mereka belum bisa benar-benar bernapas lega. Sebab, putusan akhir CAS masih menunggu. Ada kemungkinan CAS justru memutuskan mereka bersalah. Jika itu terjadi, konsekuensinya bisa lebih buruk.

Hukuman tambahan dari FIFA sangat mungkin menanti. Bahkan, Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) juga berpeluang turun tangan memberikan sanksi. Imbasnya bisa panjang. Dua laga penting Malaysia melawan Nepal dan Vietnam pada Maret dan Juni 2025 terancam diulangi nasibnya: dinyatakan kalah WO. Kalau sampai terjadi, impian Malaysia untuk lolos ke Piala Asia 2027 hampir pasti buyar. Jadi, meski ada secercah harapan dari keputusan CAS hari ini, jalan mereka masih panjang dan penuh ketidakpastian.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler