BONDOWOSO - Bayangkan ini: seorang ibu membuka bekal anaknya, lalu mengabadikan isinya dengan ponsel. Bisa jadi itu menu yang lezat dan bergizi, atau justru sebaliknya. Nah, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, justru membuka pintu lebar-lebar untuk hal semacam itu. Ia mempersilakan siapa saja orang tua, guru, atau warga untuk mengunggah foto maupun video menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke media sosial. Tak peduli itu menu bagus, bermasalah, atau bahkan yang nilainya dianggap tak sesuai anggaran Rp10.000 per porsi.
“Saya tidak pernah melarang orang tua siswa, guru, atau siapa pun untuk mengunggah menu MBG,” tegas Nanik.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah acara koordinasi di Bondowoso, Senin lalu. Acara yang juga dihadiri Bupati Bondowoso, RKH Abdul Wahid Hamid, itu mengumpulkan banyak pihak terkait, dari Forkompimda hingga para kepala Sentra Pemberian Pangan Gizi (SPPG).
Menariknya, Nanik tak sekadar mengizinkan. Ia bahkan menganjurkan agar unggahan itu dilengkapi keterangan yang rinci. Kapan waktu makannya, di sekolah mana, dan dari SPPG mana hidangan itu berasal. Menurutnya, data detil ini bukan untuk mencari kambing hitam.
“Justru sangat penting,” ujarnya. “Agar BGN, bersama kementerian dan lembaga lain, bisa cepat melacak, memastikan fakta di lapangan, dan mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan.”
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas