Di sisi lain, manfaat pembentukan KUB ini cukup menjanjikan. Sinergi antar bank anggota diharapkan bisa meningkatkan efisiensi. Sumber daya yang ada bisa dioptimalkan, sehingga layanan dan operasional bisnis punya nilai tambah lebih. Kerja sama, dalam hal ini, adalah kuncinya.
Lalu, bagaimana pembagian grupnya? Setidaknya terbentuk empat kelompok. Grup pertama dipimpin Bank Jatim sebagai induk, dengan anggota Bank NTB Syariah, Bank Banten, Lampung, Sultra, dan NTT.
Kemudian, ada Grup KUB Bank BJB yang membawahi Bank Bengkulu dan Bank Jambi. Sementara itu, Bank Mega memimpin grup yang beranggotakan Bank Sulteng dan Bank Sulutgo.
Terakhir, Grup KUB Bank DKI akan berkolaborasi dengan Bank MalukuMalut. Penggabungan ini, jika berjalan mulus, bisa mengubah peta persaingan perbankan daerah dalam beberapa tahun ke depan.
(kunthi fahmar sandy)
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas