Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya memberikan lampu hijau. Sebanyak sepuluh Bank Pembangunan Daerah (BPD) diizinkan untuk bergabung ke dalam empat Kelompok Usaha Bank atau KUB. Langkah ini menandai babak baru konsolidasi di sektor perbankan daerah.
Menurut Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, tujuan utamanya jelas: mendorong penguatan permodalan. Dengan modal yang lebih kuat, bank diharapkan bisa lebih solid dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional. Pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan jadi target jangka panjangnya.
"Penguatan struktur, ketahanan, dan daya saing industri perbankan nasional juga diperlukan dalam menghadapi dinamika perekonomian serta perkembangan teknologi informasi domestik dan global,"
Demikian penjelasan Dian melalui jawaban tertulisnya, Senin (26/1/2025).
Nah, bagi bank yang memilih skema KUB ini dan bukan berperan sebagai induk ada ketentuan modal yang harus dipenuhi. Angkanya tidak kecil: minimal Rp1 triliun untuk Modal Inti Minimum. Aturan ini dibuat tentu bukan tanpa alasan.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas